Terus Berkreasi, Perajin Besek Bambu Magetan Eksis Bertahan di Era Digitalisasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu perajin besek bambu di Magetan. SP/ MGT
Ilustrasi. Salah satu perajin besek bambu di Magetan. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Meski di tengah semua serba era digitalisasi, perajin besek dari bahan baku bambu di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur masih konsisten tetap bertahan dan diminati dengan terus berkreasi mengikuti permintaan pasar. Tak hanya dipasarkan secara langsung di pasra, mereka juga gencar memasarkan produknya itu dengan cara daring melalui media sosial maupun luring.

"Mayoritas di sini memang membuat besek. Dulu, bentuknya sederhana, kotak polos dan tanpa variasi. Namun seiring waktu, para perajin berinovasi dengan menciptakan berbagai bentuk dan warna," ujar Indah, perajin besek dari anyaman bambu desa setempat, Senin (06/04/2026).

Menurutnya, usaha kerajinan besek tersebut sudah ditekuni sejak puluhan tahun. Hal itu mengikuti jejak para perempuan di kampungnya yang juga menggantungkan hidup dari anyaman bambu. Bahkan, saat masa pandemi COVID-19, usahanya malah semakin ramai pesanan. Besek justru menjadi pilihan utama sebagai wadah makanan yang dibawa pulang.

Sementara itu, untuk jenis permintaan konsumen yang semakin beragam, juga mendorong perubahan desain oleh para perajin. Tak lagi hanya berbentuk kotak, kini besek hadir dengan variasi ada pegangan, warna-warni cerah, hingga model jinjing yang lebih menarik.

Lebih lanjut, ia mengaku telah membuat lebih dari tujuh desain dengan tingkat kesulitan yang berbeda untuk menarik minat pembeli. Salah satu yang paling sulit adalah besek kecil dengan variasi tambahan pegangan. Sebab, dalam pembuatannya membutuhkan ketelitian dan detail anyaman yang lebih rumit.

"Warna dan model bisa disesuaikan dengan permintaan pembeli, dari merah, hijau, hingga kombinasi warna-warni yang menarik," katanya.

Sedangkan terkait harga, sangat bervariasi. Untuk yang kecil dihargai mulai Rp4.000 per buah. Sedangkan besek ukuran besar atau desain khusus bisa dihargai hingga Rp20.000, tergantung bentuk dan tingkat kesulitan. Untuk pemasaran, Indah tak hanya berhenti di pasar lokal, besek buatannya juga telah menembus pasar luar daerah. Bahkan kini seiring dengan pembatasan penggunaan kantong plastik dari pemerintah, penggunaan besek dan tas anyaman bambu semakin diminati. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan dalam rangka memperingati dua tahun pe…

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…