Sasar 1.400 Anak, Dinkes Kota Malang Gelar 16 Titik Target CUC Campak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu anak yang akan di vaksin imunisasi campak CUC di Kota Malang, Jawa Timur. SP/ MLG
Ilustrasi. Salah satu anak yang akan di vaksin imunisasi campak CUC di Kota Malang, Jawa Timur. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka menekan penyebaran kasus penyakit campak, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melakukan imunisasi kejar serentak atau catch-up campaign (CUC) campak di 16 titik dengan total target sasaran ada 1.400 anak untuk diimunisasi dari rentang usia antara 9 bulan sampai 59 bulan yang belum menerima imunisasi lengkap.

"Kegiatan imunisasi kejar serentak atau catch up campaign sasarannya adalah anak dengan usia 9 sampai 59 bulan. Yang menjadi sasaran kami adalah 1.400 anak," jelas Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, Selasa (07/04/2026).

Sementara itu, terkait pelaksanaan CUC ini bertujuan untuk mencegah penyebaran campak dan mengejar target minimal imunisasi di angka 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok. Dari total 1.400 target sasaran tersebut, sebanyak 700an anak telah diimunisasi per Jumat (03/04/2026) kemarin.

"700an anak itu sudah diimunisasi measles rubella (MR) 1 maupun MR 2. Kami masih menunggu laporan sementara dari rumah sakit dan teman-teman di puskesmas," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap untuk target tersebut sudah bisa terealisasi paling cepat hari ini dan paling lama, pada Selasa (07/04/2026). Meski terdapat tantangan dalam melaksanakan imunisasi campak meski beberapa waktu lalu telah melakukan outbreak response immunization (ORI).

Dinkes Kota Malang juga telah mempersiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini, yakni dengan melakukan metode jemput bola ke rumah anak yang telah menjadi target imunisasi. Diharapkan strategi tersebut mampu merealisasikan target capaian imunisasi di angka 95 persen.

Selain itu, Dinkes Kota Malang juga mencatat pada 2026 terdapat 61 kasus suspek campak yang telah terdeteksi. Dan untuk sampel suspek campak telah dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur untuk dilakukan penelitian. Hingga kini pihaknya masih menunggu mengenai hasil penelitian suspek campak yang dilakukan di BBLKM. ml-01/dsy

Berita Terbaru

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak terus didorong oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Timur. Organisasi t…

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota pahlawan. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYA PAGI, Bandung- Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan meter air di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023 kembali mencuat. Tim…

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…