Vaksinasi Masih Rendah, Dinkes Sampang Temukan 90 Warga Terserang Penyakit Campak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan imunisasi campak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. SP/ SMP
Kegiatan imunisasi campak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. SP/ SMP

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, baru-baru ini menemukan sebanyak 90 orang di wilayah itu. Dan dari total 90 warga yang diduga terserang penyakit campak itu, sebanyak 11 di antaranya telah diambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Temuan ini disampaikan oleh Laili Nafilah, Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang. Menurutnya, para penderita tersebar hampir di semua kecamatan dengan jumlah terbanyak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Banyuanyar, Tambelangan dan Puskesmas Robatal.

"Jumlah warga yang diduga terserang campak ini hasil laporan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Sampang hingga 31 Maret 2026. Dii tiga puskesmas ini, jumlah pasien yang menjalani perawatan lebih dari 10 orang atau mencapai belasan orang," jelasnya, Senin (13/04/2026).

Lebih lanjut, Laili menjelaskan, para penderita umumnya mengalami demam tinggi hingga 40 derajat selsius, batuk kering, pilek, mata merah/berair, dan bercak putih di dalam mulut (bintik Koplik). Selain itu, penderita juga mengalami ruam merah makulopapular (sedikit menonjol), dan biasanya muncul antara 3 hingga 5 hari setelah gejala awal, dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

"Gejala lain yang juga bisa dikenali dari penyakit campak adalah nafsu makan menurun, badan lemas, dan letih, serta diare atau muntah-muntah," katanya.

Meski demikian, pihak Dinkes Sampang terus berupaya meningkatkan promosi kesehatan, baik melalui jejaring media sosial (medsos) maupun secara langsung oleh para tenaga kesehatan (nakes). Sejumlah video informasi yang telah dibagikan kepada petugas kesehatan tersebut berisi edukasi tentang campak, termasuk tanda dan gejala penyakit tersebut.

“Kami memasang dan menyebarkan video serta brosur hingga poster. Bahkan kami menyarankan dan mewajibkan semua petugas kesehatan agar beberapa ulasan atau video informasi dan edukasi dijadikan status dan dimasukkan ke media sosial masing-masing,” jelasnya.

Dan untuk mencegah berbagai penyakit seperti polio, difteri, hingga campak, masyarakat harus melakukan vaksinasi. Sehingga, pihaknya meminta agar anak yang masih belum mendapatkan vaksin bisa segera di vaksin untuk menghindari penyakit. sm-01/dsy

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…