SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat, tengah siap memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMP di wilayah setempat yang digelar pada 8–9 April 2026. Hal itu demi pengecekan untuk mewujudkan sarana prasarana yang memadai. Salah satunya di sejumlah SMP, salah satunya SMP Negeri 6 Kota Madiun.
Pasalnya, tujuan utama TKA mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Dan nantinya untuk hasil akan berupa rapor pendidikan mulai tingkat sekolah, Kota Madiun, provinsi hingga nasional
"Tim dari Dinas Pendidikan sudah mengawal mulai dari persiapan awal sampai dengan H-1 pelaksanaan TKA. Sebelum hari H, kami melakukan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan sarana dan prasarana sudah siap," ujar Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati, Rabu (08/04/2026).
Sehingga, guna kelancaran pelaksanaan, setiap ruang ujian harus memenuhi standar pelaksanaan TKA berbasis daring, di antaranya penataan tempat duduk siswa, kesiapan perangkat laptop atau Chromebook, hingga pemasangan kamera yang dapat menjangkau seluruh peserta dan pengawas di dalam ruangan.
"Kamera di setiap ruang sangat penting karena nantinya ada pengawas dari luar daerah yang memantau pelaksanaan TKA," katanya.
Sistem pengawasan juga dilakukan secara silang antar-sekolah. Penempatan pengawas tidak diatur oleh sekolah maupun dinas daerah, melainkan melalui aplikasi milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal itu Ini untuk menjaga objektivitas pelaksanaan TKA.
Selain kesiapan teknis, Dindik Kota Madiun memastikan kondisi psikologis siswa untuk siap menghadapi ujian. Hal itu mengingat TKA baru pertama kali dilaksanakan, berbagai persiapan seperti uji coba dan bimbingan belajar telah dilakukan di seluruh sekolah.
Melalui pelaksanaan TKA 2026, Dinas Pendidikan Kota Madiun berharap kemampuan literasi dan numerasi siswa SMP dapat terus meningkat. Dan berdasarkan data, terdapat 3.044 siswa SMP se-Kota Madiun yang akan mengikuti TKA 2026. Ujian tersebut selama dua hari dengan mata pelajaran yang berbeda. Pada hari pertama, siswa mengerjakan Matematika dan Survei Karakter, sedangkan hari kedua Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar. md-01/dsy
Editor : Redaksi