SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menyikapi harga pembelian seragam yang hampir Rp500 juta, saat ini ratusan warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mengatasnamakan diri Forum Rembug Masyarakat Jombang, mendatangi kantor DPRD setempat, mengkritik tajam kebijakan tersebut di tengah efisiensi anggaran negara dna di tengah mahalnya harga kedelai impor hingga plastik.
Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian menyampaikan tuntutan. Mereka mendesak agar DPRD Jombang membatalkan rencana pengadaan seragam, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Pasalnya, kebijakan tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil. Ia menyebut saat ini harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.
"Nilai seragamnya hampir Rp500 juta. Harusnya dibatalkan karena situasi ekonomi sudah seperti ini, bahan pokok naik," jelas Koordinator Lapangan Forum Rembug Masyarakat Jombang Joko Fatah Rokhim, Rabu (08/04/2026).
Menurut dia, anggota DPRD Kabupaten Jombang seharusnya juga memikirkan nasib rakyat dengan tidak mengalokasikan anggaran yang fantastis untuk pembelian seragam. Terlebih lagi, program kunjungan kerja juga intensif dilakukan. Padahal untuk kunjungan kerja bisa dilakukan kajian lebih dalam, untuk sesuatu yang masuk akal.
"Harus dipikirkan nasib rakyat. Yang jualan pun tidak berani menaikkan harga," kata dia.
Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Sekretariat DPRD Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp476.250.000 untuk pengadaan pakaian dinas anggota dewan. Pengadaan tersebut direncanakan melalui empat paket pekerjaan.
Paket terbesar adalah pengadaan pakaian sipil harian DPRD dengan nilai Rp187.500.000. Selain itu, terdapat pengadaan pakaian sipil resmi DPRD senilai Rp97.500.000. Dua paket lainnya masing-masing adalah pakaian bercirikan khas daerah DPRD senilai Rp97.500.000 serta pakaian harian lengan panjang DPRD senilai Rp93.750.000.
Perwakilan massa akhirnya diterima oleh Sekretaris DPRD (Setwan) Jombang, Danang Praptoko. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi telah ditampung untuk diteruskan kepada pimpinan DPRD. Dan usai itu, massa kemudian meninggalkan lokasi DPRD Kabupaten Jombang. Mereka juga mendapatkan kawalan pengamanan dari Polres Jombang. jb-01/dsy
Editor : Redaksi