Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penipuan sembako fiktif. SP/ SBY
Ilustrasi. Penipuan sembako fiktif. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral terkait penipuan berkedok open pre-order (PO) sembako murah. Akibat fenomena tersebut, sebanyak belasan ibu rumah tangga di Surabaya mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,5 Miliar. Mayoritas korban mengenal pelaku secara pribadi, mulai dari teman sekolah hingga mantan rekan kerja. 

Sehingga, dari kedekatan inilah yang membuat para korban menaruh percaya pada pelaku awalnya. Pada awalnya, pelaku menawarkan minyak goreng dengan harga jauh di bawah pasaran sejak Juli 2025. Sehingga, para pembeli tersebut yang mayoritas IRT tidak menaruh curiga karena transaksi berjalan lancar di awal.

"Awalnya datang, order sedikit-sedikit. Karena barangnya benar-benar dikirim, saya jadi percaya dan mulai order banyak," ujar Lifa (24), salah satu korban, Kamis (09/04/2026).

Selanjutnya, saat memasuki pertengahan Desember 2025, korban mulai melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Sistem PO yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari hitungan hari hingga satu bulan. Namun, masalah mulai muncul saat pesanan yang dilakukan pada pertengahan hingga akhir Februari 2026 tak kunjung dikirim. 

Pelaku berdalih pengiriman tertunda karena mendekati Lebaran. Lalu, kecurigaan memuncak pada 25 Maret 2026. Sejak pagi, para korban mencoba menghubungi pelaku, namun tidak mendapat respons jelas. Hingga akhirnya, pelaku membuat klarifikasi melalui pesan bahwa uang para korban telah habis dan tidak bisa memutar barang. Barang pun juga mulai tidak dikirim sekitar tanggal 15 sampai 18 Maret dengan alasan barang pending lantaran Lebaran hingga alasan lainnya.

Setelah pengakuan itu, 15 korban tersebut sepakat mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Saat berada di rumah pelaku, para korban mulai mengetahui kemana aliran uang tersebut. Dari penelusuran di ponsel pelaku dan suaminya, ditemukan bahwa sebagian uang digunakan untuk gaya hidup, seperti membeli ponsel dan emas hingga bermain judi online.

Lebih lanjut, mengingat kerugian yang dialami pun tidak sedikit. Ada korban yang merugi hingga Rp 600 juta, sementara lainnya puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Lifa sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 109 juta, sedangkan Meidiana sekitar Rp 7,8 juta. Dan jika di total, keseluruhan kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, sebagian diantaranya merupakan uang milik pelanggan yang diputar untuk usaha sembako. sb-01/dsy

Berita Terbaru

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…

Dipicu Mahalnya Harga Pemasok dari Luar Daerah, Daging Sapi di Kota Pasuruan Tembus Rp140 Ribu per Kg

Dipicu Mahalnya Harga Pemasok dari Luar Daerah, Daging Sapi di Kota Pasuruan Tembus Rp140 Ribu per Kg

Kamis, 09 Apr 2026 14:21 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Para pedagang daging sapi di wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur ikut mengeluh lantaran adanya kenaikan harga pada komoditas…

Dukung Iklim Perindustrian, Komisaris PLN Tinjau Kesiapan Infrastruktur Gardu Induk Penopang di Gresik

Dukung Iklim Perindustrian, Komisaris PLN Tinjau Kesiapan Infrastruktur Gardu Induk Penopang di Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri nasional serta memastikan keandalan pasokan listrik di kawasan strategis, Komisaris PT PLN (…

Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri

Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Memasuki momen pelaksanaan ibadah Haji membawa berkah tersendiri bagi pedagang Pernak pernik perlengkapan haji musiman. Banyak dari…