SURABAYA PAGI.COM, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui Ekosistem RT/RW, Minggu (19/4/2026).
Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran pekerja sekaligus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat Kota Malang.
Mengusung tema ‘Sinergi Melintas, Perlindungan Tuntas’, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan fungsinya untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat, khususnya para pekerja.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam memberikan perlindungan bagi pekerja.
Wahyu menyebutkan bahwa keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan rasa aman bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya.
“Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja tidak perlu cemas terhadap risiko kerja. Mereka bisa fokus bekerja karena sudah mendapatkan perlindungan, baik dari sisi kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua,” beber.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Zulkarnain Mahading, mengungkapkan bahwa tingkat kepesertaan di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan.
Hingga 16 April 2026, dari total 400.059 pekerja, sebanyak 174.152 orang (43 persen) telah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Meski demikian, tantangan masih cukup besar, terutama pada sektor pekerja informal. Oleh karena itu, peran aktif RT/RW dinilai krusial dalam mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk menjadi peserta.
“Setiap pekerjaan memiliki risiko. Program jaminan sosial hadir sebagai perlindungan nyata, bukan sekadar formalitas. Apalagi saat ini ada kebijakan diskon iuran hingga 50 persen bagi pekerja bukan penerima upah, sehingga semakin memudahkan masyarakat untuk bergabung,” jelasnya.
Zul menjabarkan bahwa manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Malang telah dirasakan luas. Hingga 31 Maret 2026, tercatat lebih dari 10 ribu klaim telah dibayarkan dengan total nilai mencapai Rp131,4 miliar, mencakup jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua, hingga pensiun. Selain itu, ratusan anak peserta juga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan.
Dalam momen ini, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Perisai BPJS Ketenagakerjaan (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) yang merupakan sistem keagenan inovatif untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial, terutama bagi pekerja informal. BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat kepesertaan bagi ahli waris para anggota.
Rangkaian kegiatan kali ini diawali dengan gowes yang menempuh jarak 11,2 kilometer dan 112 kilometer yang dimulai dari Balai Kota Malang dan berakhir di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang.
Selain memeriahkan HUT ke-112 Kota Malang, kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan hidup sehat selaras dengan program Ngalam Tahes yang digaungkan Pemkot Malang. dwi
Editor : Redaksi