SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya ampuh dalam menangani banjir yang terjadi di wilayah selatan Kota Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) setempat berkomitmen bergerak cepat (gercep) untuk mengantisipasi bencana tersebut dengan menambah infrastruktur rumah pompa di sejumlah titik strategis, di antaranya di Panjang Jiwo dan Medokan Semampir atau depan Gereja Bethany Nginden, karena selama ini kerap terdampak banjir setiap tahun.
"Jadi, nanti kita bangun rumah pompa baru di Panjang Jiwo depan SPBU, satu di depan Gereja Bethany Nginden. Karena setiap tahun (depan) Gereja Bethany, Nginden itu banjir. Jadi, kita nanti bangun di sana pada tahun ini," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa (05/05/2026).
Lebih lanjut, selain membangun rumah pompa, pihaknya juga melakukan pengerukan drainase, hingga pembuatan storage air di titik-titik saluran yang tidak memungkinkan diperlebar. Pihaknya juga menekankan pemetaan aliran air menjadi kunci penting dalam penanganan banjir, karena perubahan arah aliran, elevasi saluran, hingga posisi rumah pompa harus dihitung secara detail agar hasilnya optimal.
Untuk kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan metode pembangunan dengan kondisi saluran. Apabila anggaran untuk box culvert belum memungkinkan, di tahap awal pemkot akan memilih metode Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). Sementara di lokasi lain, seperti saluran di Jalan Tenggilis Mejoyo atau depan Apartemen Metropolis menuju Panjang Jiwo, pelebaran tidak dimungkinkan, karena terhalang jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet). Karena itu, Pemkot Surabaya memilih membangun storage air di jalan sebagai solusi alternatif.
Oleh karenanya, dengan program tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis titik-titik yang sudah menjadi fokus penanganan bisa bebas genangan pada November 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek dalam penanganan genangan di wilayah Surabaya selatan. sb-04/dsy
Editor : Redaksi