SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai salah satu langkah strategis memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memilih mengembangkan sejumlah destinasi wisata baru dibanding hanya berfokus pada kawasan Pantai Pasir Putih yang selama ini menjadi penyumbang pendapatan wisata terbesar. Strategi tersebut dilakukan agar Kabupaten Trenggalek memiliki sumber-sumber pendapatan baru dari sektor pariwisata.
“Kalau yang sudah banyak memberikan pendapatan kita sentuh lagi, maka kita tidak punya keranjang pendapatan baru,” ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Selasa (19/05/2026).
Lebih lanjut, ia mengibaratkan pengembangan pariwisata seperti diversifikasi investasi. Menurutnya, destinasi wisata perlu diperluas agar wisatawan tidak bosan datang ke tempat yang sama. Dan beberapa kawasan yang mulai disentuh antara lain Pantai Prigi dan Goa Lowo. Pantai Prigi yang dulu sempat menjadi primadona wisata kini kembali dibenahi setelah kalah populer dibanding Pantai Pasir Putih.
“Maka kita membangun di beberapa spot yang selama ini masih kurang menarik,” katanya.
Selain kawasan pantai, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan pengembangan kawasan Bendungan dan Dilem Wilis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis wisata dan produk lokal. Salah satu proyek yang disiapkan adalah menghidupkan kembali mesin roasting kopi peninggalan Belanda.
“Target kita mesin kopi peninggalan Belandanya nanti bisa berfungsi lagi. Jadi kita bisa roasting di situ dengan teknologi Belanda,” jelas Arifin.
Tak hanya kopi, kawasan tersebut juga akan dikembangkan sebagai sentra pengolahan susu. Pemkab Trenggalek berencana menghadirkan mesin sterilisasi susu untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dan dari total pembiayaan Rp70 miliar tersebut, sekitar Rp41 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sedangkan Rp29 miliar digunakan untuk sektor pariwisata dan revitalisasi kawasan perkotaan. tr-01/dsy
Editor : Redaksi