SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat mencatat populasi ternak sapi potong mencapai 153.462 ekor tersebar di 136 desa/kelurahan dan 17 kecamatan per triwulan I tahun 2026.
Populasi sapi yang melimpah tersebut lantaran kawasan Situbondo memang merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Jawa Timur dengan fokus sapi potong. "Populasi ternak sapi potong ini ideal, karena Situbondo merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Jawa Timur," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Disnakkan Kabupaten Situbondo Sulistiyani, Minggu (24/05/2026).
Lebih lanjut, Sulistiyani merinci populasi ternak sapi sesuai data triwulan I tahun 2026 yang mencapai 153.462 ekor itu terdiri atas 18.873 ekor jantan dan sapi betina 134.592 ekor. Selain itu keberhasilan tren populasi tersebut juga didukung pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang rutin dilakukan, khususnya saat menjelang Idul Adha, karena rata-rata sapi potong dijadikan hewan kurban. Hal itu untuk memastikan tidak ada penyakit berbahaya yang dapat menular ke manusia.
Petugas kesehatan hewan juga rutin mengontrol lalu lintas ternak sapi dari luar daerah seperti dari kepulauan Madura, yang dikirim ke Situbondo. "Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, biasanya sapi Situbondo laris dibeli untuk hewan kurban, dan pembelinya dari berbagai daerah, seperti Malang, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Bogor dan Bandung. Sejauh ini kami melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat pedagang sapi tidak ada penyakit yang bersifat zoonosis, seperti anthrax, yang bisa menular ke manusia," ungkapnya. st-02/dsy
Editor : Redaksi