SURABAYAPAGI.com, Blitar - Naiknya sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) ternyata tidak mempengaruhi komoditas telur ayam. Pasalnya, saat ini para peternak telur ayam di Kabupaten Blitar mulai resah dan merugi lantaran harga telur anjlok menyentuh hingga Rp 21 ribu per kilogram di tingkat peternak, sementara harga pokok produksi (HPP) Rp 24 ribu per kilogram yang terjadi secara bertahap sejak sebulan terakhir.
"Sekarang ya harganya Rp 21 ribu per kilogram, tapi kadang tidak full. Kadang bolong, bisa Rp 20 ribu lebih sedikit. Tiap hari harganya ganti, sudah sejak sekitar sebulan yang lalu," ujar Damiri (58) salah seorang peternak yang juga mengaku resah, Minggu (24/05/2026).
Menurutnya, anjloknya harga telur ayam itu membuat peternak merugi. Sebab ada selisih harga Rp 3 ribu dari HPP. Sementara permintaan pasar juga lesu. Padahal sebelumnya, sempat ada rencana suply telur ayam ke Sumatera usai adanya kunjungan anggota DPRD ke tempatnya. Namun, rencana itu masih dalam tahap tindak lanjut oleh Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.
"Permintaan pasar lesu, jadi sementara ya tetap dijual seperti ini meskipun rugi Rp 3 ribu per kilonya dari HPP. Sehari bisa dapat sekitar 4 kwintal dari total 8.000 ribu ekor ayam petelor," katanya.
"Sebenarnya beberapa waktu lalu DPRD dari Sumatera itu studi banding ke sini, mereka bilang di sana kebutuhan telur di sana cukup tinggi termasuk untuk MBG (makan bergizi gratis). Harganya juga baik Rp 25 ribu per kilogram, nah ada rencan untuk suppai kesana tapi masih dikomunikasikan," imbuhnya.
Terpisah, Kabid Budidaya dan Pengembangan Peternakan Disnakkan Kabupaten Blitar Andy Mulya MK mengaku masih menunggu keputusan resmi dari pihak DPRD Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Menurut, rencana itu disambut baik untuk membantu meningkatkan harga jual telur dari Kabupaten Blitar.
Andy menyebut, penurunan harga telur ayam memang terjadi secara nasional. Meski demikian, menurutnya, Kabupaten Blitar masih menjadi daerah penghasil telur terbesar. Ada sekitar 4 ribu peternak dengan populasi sekitar 30 juta ekor ayam. "Jadi besar harapan kami agar pemerintah bisa melindungi para peternak, dengan penyerapan telur yang maksimal," harapnya. bl-01/dsy
Editor : Redaksi