SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Merayakan ritual tahunan setiap tanggal 5 Bulan Suro, Warga di Kelurahan Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menggelar Tradisi Buk-Buk Bumeh Bulen Sorah atau selamatan bumi yang ditandai arak-arakan gunungan hasil bumi dan tumpeng raksasa yang diperebutkan warga karena diyakini membawa berkah, keselamatan, dan rezeki.
Ritual Grebek Suro ini pun menjadi tontonan warga yang memadati sepanjang jalan yang dilalui rombongan arak-arakan. Dalam tradisi itu warga mengarak gunungan berisi berbagai hasil bumi seperti gabah, sayur-mayur, hingga uang kertas. Selain itu, ada pula tumpeng raksasa yang dibawa dalam iring-iringan ritual sejauh kurang lebih 1,9 kilometer.
"Setiap tahun kami gelar ritual Grebek Suro yang tujuannya untuk menyelameti bumi yang kita injak, agar selamat dan terhindar dari balak bencana, serta diberi tambahan rezeki," ujar Pengasuh Padepokan Wali Songo Sholawat Nariyah, Ustad Ahmad Kusnadi, Senin (22/06/2026).
Usai didoakan oleh tokoh agama dan pengasuh padepokan, gunungan hasil bumi dan tumpeng raksasa langsung menjadi rebutan warga. Kaum ibu, anak-anak, hingga para pria berdesakan mengambil isi gunungan yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan bagi keluarga.
Setelah prosesi rebutan gunungan dan tumpeng raksasa selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan santunan bagi anak yatim piatu yang sebelumnya juga ikut dalam arak-arakan ritual suroan tersebut. Oleh karenanya, Tradisi Buk-Buk Bumeh Bulen Sorah ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Kota Probolinggo dalam merawat budaya, mempererat kebersamaan, sekaligus memanjatkan doa agar bumi senantiasa memberi kehidupan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala bencana. pr-01/dsy
Editor : Redaksi