SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tak sekadar memanjakan mata, sebanyak ratusan pohon bonsai dengan aneka bentuk dan karakter memenuhi Alun-alun Lamongan. Bahkan, ada bonsai yang pernah ditawar hingga Rp1 miliar, namun sang pemilik memilih mempertahankan karena baru bersedia melepas dengan harga Rp2 miliar. Ajang ini tak hanya menjadi arena adu kualitas bonsai terbaik, tetapi juga menjadi ruang edukasi sekaligus promosi potensi ekonomi dari seni membonsai.
Ketua PPBI Lamongan, Suwanto mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani dan pehobi bonsai, khususnya di Lamongan, agar mampu menghasilkan karya berkualitas dengan nilai jual tinggi. Dan sebanyak 682 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dalam Kontes dan Pameran Bonsai Nasional yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lamongan.
"Kami berharap petani bonsai di Lamongan bisa belajar dari kualitas bonsai yang dipamerkan, kemudian mengembangkannya menjadi karya sendiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi," kata Suwanto, Selasa (30/06/2026).
Lebih lanjut, untuk nilai sebuah bonsai, lanjut Suwanto, dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari usia tanaman, karakter batang, tingkat kesulitan pembentukan, hingga nilai seni yang melekat pada pohon tersebut. Ia menyebut Bonsai Santigi kini menjadi salah satu primadona di kalangan kolektor. Tanaman endemik Indonesia itu diminati karena memiliki karakter batang yang unik dan dinilai sangat ideal untuk dibentuk menjadi bonsai berkualitas tinggi.
"Beberapa bonsai yang dipamerkan usianya sudah mencapai 40 sampai 50 tahun. Semakin tua usia dan semakin baik kualitas pembentukannya, nilainya juga terus meningkat," ujarnya.
Perlu diketahui, ajang pameran ini akan dibuka mulai Selasa (30/6/2026) malam dan akan dihadiri perwakilan PPBI Pusat, Bupati Lamongan, serta jajaran Forkopimda. Melalui kegiatan ini, PPBI Lamongan berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik menekuni seni bonsai sehingga lahir petani dan pehobi bonsai baru yang mampu mengangkat perekonomian daerah. lm-01/dsy
Editor : Redaksi