10 Hektar Lahan Hutan Rakyat di Pacitan Ludes Terbakar, Hampir Menjalar di Permukiman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lahan hutan 10 hektare di Desa Sambong, Kecamatan Kota Pacitan ludes terbakar. SP/Foto:IST
Lahan hutan 10 hektare di Desa Sambong, Kecamatan Kota Pacitan ludes terbakar. SP/Foto:IST

i

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Warga di Desa Sambong, Kecamatan Kota, digegerkan seluas kurang dari 10 hektare lahan hutan di Kabupaten Pacitan ludes terbakar, imbas dampak musim kemarau yang mulai dirasakan. Bahkan, kebakaran tersebut hampir menjalar di permukiman warga sekitar.

"Informasi awal dari masyarakat yang menyebutkan adanya kobaran api yang berasal dari wilayah Dea Widoro. Karena angin cukup besar, api kemudian merembet ke lahan di Desa Sambong," terang Kapolsek Pacitan Iptu Yuyun Krisdiantoro, Rabu (08/07/2026) petang.

Diketahui, Yuyun menyebut jika titik api disertai kepulan asap mulai terlihat sekitar 13.00 WIB. Petugas gabungan pun langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka terdiri dari personel Damkar Pemkab, Damkar Yonif 511, serta Kodim 0801. Sedikitnya 3 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil water supply juga dikerahkan.

"Alhamdulillah tidak sampai mengenai permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Api berhasil dipadamkan," ujarnya.

Meski kebakaran dapat dikendalikan, namun petugas masih menemukan beberapa titik api. Mereka kemudian melakukan pendinginan guna mencegah kebakaran terjadi lagi. 

Lebih lanjut, pada saat sama polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. "Masih kami dalami, apakah ada unsur kesengajaan dipicu aktivitas manusia atau memang murni faktor alam," pungkas Iptu Yuyun sembari menjelaskan sejumlah personel kepolisian masih di lokasi untuk penyelidikan. pc-01/dsy

Berita Terbaru

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu meningkatnya harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) di tingkat petani, membuat harga beras premium…

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini warga di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dihebohkan dengan lahirnya seekor anak sapi…

Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

Minggu, 12 Jul 2026 15:25 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pasca anjloknya harga telur, kini giliran peternak ayam pedaging (broiler) di Ngawi juga bernasib sama dan terancam gulung tikar.…

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Para pedagang alat tulis kian sumringah menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Pasalnya, di momen tersebut para orang tua bersama…

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai salah satu langkah strategis untuk perlindungan sistem layanan digital pemerintah di tengah meningkatnya ancaman serangan…

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun  ‎

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun ‎

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegagalan Pemerintah Kota Madiun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai menjadi sin…