Ritel Lesu, Hippindo Minta Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Pelaku usaha ritel mulai merasakan perlambatan konsumsi masyarakat setelah berakhirnya momentum belanja Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.

Kondisi tersebut ikut mendorong kinerja penjualan ritel nasional kembali mengalami kontraksi pada Mei 2026.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo, mengatakan perlambatan penjualan pada Mei merupakan pola musiman yang lazim terjadi setelah berakhirnya periode belanja besar masyarakat.

Namun, tahun ini tekanan dinilai lebih berat karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.

"Memang bulan Mei mengalami perlambatan karena setelah momentum Nataru dan Lebaran biasanya terjadi penurunan konsumsi," kata Budihardjo, Minggu (12/7/2027).

Menurutnya, selain faktor musiman, daya beli masyarakat juga tertekan oleh kondisi ekonomi global.

Konflik geopolitik yang masih berlangsung mendorong penguatan dolar Amerika Serikat sehingga biaya impor meningkat dan berdampak pada kenaikan harga sejumlah barang.

Karena itu, pelaku usaha berharap pemerintah terus menghadirkan berbagai stimulus untuk menjaga konsumsi rumah tangga.

Dukungan tersebut dinilai penting, mulai dari program promosi hingga bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang membutuhkan. 

"Kami berharap pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi tetap bergerak," ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, sektor ritel masih melihat peluang dari momentum libur sekolah dan musim kembali ke sekolah (back to school).

Hippindo bersama pemerintah berupaya menggerakkan kembali belanja masyarakat melalui penguatan sektor wisata belanja.

"Kami memanfaatkan momentum liburan sekolah dan back to school untuk mendorong pasar wisata belanja dengan dukungan Kementerian Ekonomi, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata," tutur Budihardjo.

Kondisi tersebut sejalan dengan data Bank Indonesia (BI). Bank sentral mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2026 berada di level 223,4 atau terkontraksi 3,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka itu lebih dalam dibandingkan kontraksi April 2026 yang mencapai 3,7 persen.

Meski secara keseluruhan masih melemah, beberapa kelompok barang tetap mencatat pertumbuhan positif.

Penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor tumbuh 11,2 persen secara tahunan, diikuti bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 0,3 persen serta barang budaya dan rekreasi yang meningkat 0,2 persen.

Sebaliknya, pelemahan masih terjadi pada sejumlah kelompok utama. Penjualan makanan, minuman, dan tembakau terkontraksi 4,1 persen, peralatan informasi dan komunikasi turun 18,4 persen, sedangkan kelompok sandang merosot 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara bulanan (month to month/mtm), penjualan ritel pada Mei juga turun 1,5 persen. Meski masih negatif, kontraksi tersebut lebih baik dibandingkan April yang sempat turun hingga 11,6 persen.

BI menilai perbaikan bulanan ditopang meningkatnya penjualan peralatan informasi dan komunikasi sebesar 1 persen serta bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 1,3 persen.

Selain itu, penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta sandang mulai melandai.

Menurut BI, perbaikan tersebut turut didukung oleh tetap terjaganya permintaan masyarakat selama rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Waisak, dan Iduladha.

Meski demikian, kontraksi secara tahunan menunjukkan konsumsi rumah tangga belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sektor ritel memasuki semester II 2026.

Keberlanjutan stimulus pemerintah serta kemampuan pelaku usaha menciptakan momentum belanja baru dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan konsumsi domestik.

Tag :

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…