SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Bank sentral China (People's Bank of China/PBOC) memperpanjang tren pembelian emas hingga bulan ke-20 secara beruntun pada bulan Juni 2026. PBOC tercatat telah menambah 480.000 ons troy atau sekitar 14,93 ton emas cadangan untuk menekan ketergantungan terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari South China Morning Post, Senin (13/7/2026), PBOC mencatat kepemilikan emas yang meningkat menjadi 75,44 juta ons troy atau sekitar 2.346 ton pada akhir Juni. Penambahan terbaru ini memperpanjang tren pembelian terpanjang sejak 2015.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada aset berdenominasi dolar AS. Meski begitu, World Gold Council mencatat kontribusi emas masih di bawah 10�ri portofolio cadangan China.
Secara terpisah, cadangan devisa China berada di angka US$ 3,4163 triliun pada akhir Juni. Angka tersebut tercatat menurun sekitar US$ 26 miliar atau 0,75�ri akhir Mei 2026.
Sejumlah analis mengatakan logam mulia menjadi semakin penting karena para pembuat kebijakan mencari aset yang terlindungi dari risiko sanksi, ketegangan geopolitik, dan volatilitas dalam sistem keuangan Amerika Serikat. Pembelian emas ini disebut strategi jangka panjang yang berfokus pada keamanan cadangan dan de-dolarisasi.
Aksi beli yang dilakukan China pada saat harga emas spot di angka US$ 4.140 per ons pada hari Selasa setelah turun 0,6�ri level tertinggi dua minggu. Emas batangan telah pulih lebih dari 3�ri titik terendah akhir Juni. scmp, ec
Editor : Redaksi