SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS yang di adakan mengusung tema “ siap generasi emas, melalui lingkungan sekolah yang ramah, ceria, dan inklusif” tema tersebut menekankan pada lingkungan maupun budaya pendidikan islami yang berbudi pekerti luhu, nyaman, dan bertoleransi antar umat beragama. Hal ini di ambil mengikuti acuan dan arahan oleh kemendikdasmen yang di berikan kepada seluruh sekolah di indonesia.
SMP Muhammadiyah 15 Surabaya pada MPLS tahun ini menyambut keluarga baru sebanyak 288 peserta didik yg terdiri dari 126 siswa laki-laki dan 162 siswa perempuan. Harapan yang besar agar semua peserta didik baru yang telah di terima dapat mengenal budaya sekolah serta menguatkan keimanan dan ke takwaan dengan nyaman, aman, dan dapat bertoleransi antar teman maupun masyarakat.
MPLS yang berlangsung selama 5 Hari dari tanggal 13 sampai 17 juli 2026 ini bisa menciptakan cerita baru yang membekas bagi para peserta didik baru lantaran mereka menyambut jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mendapatkan teman teman baru. MPLS ini juga menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah agar di kemudian hari mereka selalu nyaman dengan lingkungan belajarnya, guru-gurunya, dan juga teman-temannya sehingga nantinya tidak bosan atau malas untuk masuk kesekolah.
Banjar. S.S.M.Pd.I. selaku kepala sekolah SMP Muhammadiyah 15 Surabaya memiliki harapan besar kepada peserta didik baru yang mengikuti MPLS agar kedepannya nyaman dan dapat menjadikan sekolah sebagai pembimbing mereka dalam
belajar serta mengembangkan potensi dan bakat yang mereka miliki serta tidak lupa berlandaskan pendidikan dan budaya islami yang berbudi pekerti luhur, sopan santun, ber adab serta bertoleransi terhadap kehidupan sosial.
“Saya berharap anak anak peserta didik baru kedepannya dapat selalu mengukir prestasi yang membanggakan dan tak lelah untuk mengejar ilmu dan mengembangkan potensi bakat dalam akademik maupun non akademik” ujar beliau. athayamoch
Editor : Redaksi