SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai final menjadi taruhannya.
Inggris berbekal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Norwegia 2-1 di perempat final. Pasukan Thomas Tuchel kembali memperlihatkan mental kuat dengan bangkit dari ketertinggalan melalui dua gol Jude Bellingham.
Sepanjang turnamen, The Three Lions juga melewati sejumlah pertandingan berat. Mereka mengatasi RD Kongo, mengalahkan tuan rumah Meksiko meski bermain dengan 10 orang, lalu kembali menunjukkan karakter saat menghadapi Norwegia.
Di sisi lain, Argentina terus melanjutkan laju impresif sebagai juara bertahan. Tim racikan Lionel Scaloni melangkah ke semifinal usai mengalahkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu. La Albiceleste juga harus bekerja keras ketika menyingkirkan Cape Verde dan Mesir.
Meski demikian, produktivitas mereka tetap terjaga dengan selalu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan Piala Dunia sejak kalah pada laga pembuka edisi 2022. Rekor pertemuan di Piala Dunia membuat duel ini semakin menarik.
Inggris mengoleksi tiga kemenangan, sedangkan Argentina meraih dua kemenangan, termasuk laga legendaris pada edisi 1986 dan adu penalti di Piala Dunia 1998.
Inggris berharap mampu menembus final untuk pertama kalinya sejak 1966. Sebaliknya, Argentina memburu sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962.
Bertumpu Pada Lionel Messi, Argentina masih bertumpu pada Lionel Messi yang telah menghasilkan delapan gol sepanjang turnamen. Scaloni tinggal menentukan pendamping Messi, antara Julian Alvarez atau Lautaro Martinez, sementara komposisi pemain lainnya diperkirakan tidak mengalami banyak perubahan.
Dalam upaya untuk menjadi starter di lini depan bersama Lionel Messi, Julian Alvarez tampaknya lebih diunggulkan daripada Lautaro Martinez. Alvarez telah menjadi starter dalam dua pertandingan babak gugur terakhir dan tampaknya telah mengamankan tempatnya di starting XI dalam pertandingan ini dengan tendangan melengkung brilian di babak perpanjangan waktu melawan Swiss.
Martinez telah masuk dari bangku cadangan untuk memberikan assist melawan Mesir dan memastikan kemenangan atas Swiss dengan gol ketiga di menit-menit akhir dalam dua pertandingan terakhir, jadi dia mungkin akan tetap berada di perannya sebagai pemain pengganti super. Facundo Medina dan Nicolas Tagliafico akan bersaing untuk posisi bek kiri.
Inggris masih menghadapi persoalan di sektor bek kanan. Jarell Quansah menjalani hukuman larangan bermain, sementara kondisi Reece James belum sepenuhnya meyakinkan sehingga Djed Spence atau Ezri Konsa berpeluang mengisi posisi tersebut. Jordan Henderson hampir pasti absen setelah menjalani operasi pergelangan tangan. Thomas Tuchel juga menanti perkembangan Declan Rice yang sempat mengalami gangguan kesehatan saat menghadapi Norwegia.
Di lini depan, Harry Kane siap mencatat penampilan ke-121 bersama tim nasional Inggris. Kane dan Jude Bellingham sama-sama telah mengoleksi enam gol, menjadikan keduanya kandidat kuat peraih Sepatu Emas.
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane Pelatih: Thomas Tuchel.
Argentina (4-1-3-2): Emiliano Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez Pelatih: Lionel Scaloni.
Sama-sama Tajam, secara produktivitas, kedua tim sama-sama tajam. Namun, Argentina memiliki keseimbangan permainan yang lebih stabil dengan delapan pemain berbeda telah mencetak gol serta duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez yang tampil kokoh di lini belakang.
Inggris memiliki kualitas menyerang yang mampu mengancam melalui Kane, Bellingham, Bukayo Saka, dan Anthony Gordon. Akan tetapi, persoalan di lini pertahanan, terutama sektor kanan serta kondisi beberapa pemain, berpotensi dimanfaatkan oleh Messi dan rekan-rekannya.
Argentina juga membawa modal positif berupa rekor tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan Piala Dunia secara beruntun sejak 2022. Pengalaman mereka di fase gugur menjadi nilai tambah menghadapi tekanan laga semifinal.
La Albiceleste diprediksi bisa memanfaatkan efektivitas serangan dan pengalaman di laga besar untuk mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026. Dari data tren Argentina, bandar di Buenos Aires, Argentina, prediksi skor akhir, Inggris 1-2 Argentina. ere/dna
Editor : Redaksi