SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mencegah penularan kasus TBC, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun mulai menggencarkan Skrining Bina Wilayah Terpadu Investigasi Kontak Tuberkulosis (Sibatik Ulos) yang menyasar bagi warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan, Upaya Kesehatan Perseorangan, dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Candra Suroto mengatakan, adanya investigasi kontak menjadi cara paling efektif menemukan kasus sejak dini sebelum penyakit menyebar lebih luas.
"Begitu ada satu pasien TBC, sebanyak mungkin kontak eratnya harus kami periksa. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula penularannya bisa dihentikan," ujarnya, Kamis (23/07/2026).
Dalam skrining, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara, pemeriksaan kesehatan, tes Mantoux, hingga pemeriksaan menggunakan portable X-ray. Warga yang hasil pemeriksaannya mengarah pada TBC akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Sedangkan peserta yang belum bergejala, tetapi berisiko tertular, akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Adapun skrining melibatkan Dinkes PPKB Kota Madiun, RS Paru Manguharjo, RSUD Kota Madiun, Puskesmas Ngegong, dan Kelurahan Patihan.
Sementara itu, terkait Investigasi kontak juga akan diperluas ke 68 lokasi prioritas, termasuk sekolah dan lembaga pemasyarakatan. Sementara data TBC di Kota Madiun hingga Juli 2026 tercatat ada sebanyak 543 kasus TBC, dengan 171 kasus di antaranya merupakan pasien warga Kota Madiun.
Oleh karenanya, pihaknya menegaskan bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti atau membuat penderitanya dikucilkan. Penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan selama enam bulan. md-01/dsy
Editor : Redaksi