Perluas 68 Lokasi Prioritas, Dinkes Kota Madiun Sasar Skrining Warga yang Miliki Kontak Erat Pasien TBC

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dinas Kesehatan Kota Madiun mulai menggencarkan Skrining Bina Wilayah Terpadu Investigasi Kontak Tuberkulosis (Sibatik Ulos). SP/Foto:Diskominfo Kota Madiun
Dinas Kesehatan Kota Madiun mulai menggencarkan Skrining Bina Wilayah Terpadu Investigasi Kontak Tuberkulosis (Sibatik Ulos). SP/Foto:Diskominfo Kota Madiun

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mencegah penularan kasus TBC, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun mulai menggencarkan Skrining Bina Wilayah Terpadu Investigasi Kontak Tuberkulosis (Sibatik Ulos) yang menyasar bagi warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan, Upaya Kesehatan Perseorangan, dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Candra Suroto mengatakan, adanya investigasi kontak menjadi cara paling efektif menemukan kasus sejak dini sebelum penyakit menyebar lebih luas.

"Begitu ada satu pasien TBC, sebanyak mungkin kontak eratnya harus kami periksa. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula penularannya bisa dihentikan," ujarnya, Kamis (23/07/2026).

Dalam skrining, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara, pemeriksaan kesehatan, tes Mantoux, hingga pemeriksaan menggunakan portable X-ray. Warga yang hasil pemeriksaannya mengarah pada TBC akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Sedangkan peserta yang belum bergejala, tetapi berisiko tertular, akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Adapun skrining melibatkan Dinkes PPKB Kota Madiun, RS Paru Manguharjo, RSUD Kota Madiun, Puskesmas Ngegong, dan Kelurahan Patihan.

Sementara itu, terkait Investigasi kontak juga akan diperluas ke 68 lokasi prioritas, termasuk sekolah dan lembaga pemasyarakatan. Sementara data TBC di Kota Madiun hingga Juli 2026 tercatat ada sebanyak 543 kasus TBC, dengan 171 kasus di antaranya merupakan pasien warga Kota Madiun.

Oleh karenanya, pihaknya menegaskan bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti atau membuat penderitanya dikucilkan. Penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan selama enam bulan. md-01/dsy

Berita Terbaru

Bebas Kasus PMK, Dispertan Banyuwangi Tuntaskan 29 Ribu Dosis Vaksin ke Ternak Sasaran

Bebas Kasus PMK, Dispertan Banyuwangi Tuntaskan 29 Ribu Dosis Vaksin ke Ternak Sasaran

Kamis, 23 Jul 2026 13:07 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi memastikan sudah sebanyak 29 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)…

Siap-Siap Pilih Wabup Baru, DPRD Ponorogo Mulai Susun Regulasi

Siap-Siap Pilih Wabup Baru, DPRD Ponorogo Mulai Susun Regulasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:03 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo mulai pasang kuda-kuda menghadapi potensi kekosongan jabatan Wakil Bupati. L…

Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia

Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia

Kamis, 23 Jul 2026 13:02 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Selama musim kemarau sebanyak 52 warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia akibat pneumonia dalam enam setengah bulan…

Viral di Medsos Pelajar di Sidoarjo Terpapar HIV Capai 522 Orang, Dinkes: Tidak Sesuai Data Resmi

Viral di Medsos Pelajar di Sidoarjo Terpapar HIV Capai 522 Orang, Dinkes: Tidak Sesuai Data Resmi

Kamis, 23 Jul 2026 13:00 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti viralnya informasi yang beredar di media sosial yang menyebut jumlah pelajar di Sidoarjo yang terpapar HIV/AIDS…

Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat

Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat

Kamis, 23 Jul 2026 12:55 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 12:55 WIB

Melalui Pelatihan Artificial Intelligence bagi Guru Yayasan Barunawati Surabaya…

Utamakan Solusi Adil Semua Pihak, Pemkab Lumajang Akan Tata PKL Berbasis Data 

Utamakan Solusi Adil Semua Pihak, Pemkab Lumajang Akan Tata PKL Berbasis Data 

Kamis, 23 Jul 2026 12:07 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 12:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, akan menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan mengedepankan pendekatan berbasis data yang…