SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Pasalnya, penyakit tidak menular menjadi tantangan kesehatan yang semakin besar, termasuk di Kota Madiun.
"Dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dari semua lintas masyarakat, diharapkan pencegahan serta pengendalian hipertensi di masyarakat dapat optimal," ujar Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular, Usia Lanjut, Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun Tri Hari Wahyuningtyas, Minggu (13/09/2026).
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Madiun mencatat hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit tidak menular dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang saat ini mencapai 14.201 orang, sedangkan pasien diabetes melitus sebanyak 12.785 orang. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena terdapat warga yang belum terdeteksi.
Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun juga menekankan deteksi dini penyakit tidak menular menjadi perhatian melalui pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) yang dilakukan Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun bersama puskesmas. Petugas memberikan konseling kepada masyarakat serta mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pengaturan pola makan, konsumsi buah dan sayur, serta aktivitas fisik yang cukup.
"Harapannya, melalui koordinasi ini kita bisa memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menangani penyakit tidak menular, khususnya hipertensi," katanya. md-01/dsy
Editor : Redaksi