SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini, sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Malang dibuat pusing dan merugi lantaran harga sejumlah komoditas harga sayuran beberapa hari terakhir naik turun. Padahal harga komoditas tersebut kembali normal setelah mengalami kenaikan di beberapa hari terakhir.
Kondisi itu membuat para pedagang memilih mengurangi stok dagangan agar tidak merugi ketika harga mendadak anjlok. Seperti harga bawang merah hari ini sebesar Rp 30 ribu per kilonya, bawang putih Rp28 ribu per kilogram, tomat Rp8 ribu per kilogram, dan cabai Rp35 ribu per kilogram.
"Kemarin sempat naik, sekarang normal, Hitungannya sudah harian, saya sendiri bingung, pembeli juga bingung," keluh Tini, salah satu Pedagang sayur Pasar Klojen, Rabu (05/08/2026).
Sementara itu, cabai menjadi komoditas yang paling sering mengalami gejolak harga. Tiga hari lalu dijual sebesar Rp 45 ribu per kilonya. Namun kemudian mengalami penurunan sebesar Rp 35 ribu per kilogram. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan harga akan kembali berubah dalam waktu dekat.
"Naik turunnya cepat sekali. Bisa dua atau tiga hari turun, nanti naik lagi. Gejolaknya sekarang harian," bebernya.
Situasi tersebut membuatnya mengubah strategi berjualan. Ia mengaku tidak lagi berani membeli stok dalam jumlah besar karena khawatir harga tiba-tiba turun dan menyebabkan kerugian. Dan melihat fenomena tersebut, intervensi pemerintah daerah terkait harga sayuran yang cukup fluktuatif akan segera dibahas bersama TPID. Tak hanya itu, rencana dibukanya kembali Warung Tekan Inflasi (WTI) juga menjadi opsi terbaik untuk mengendalikan harga komoditas sayuran di pasaran.
"Tentunya bisa kita intervensi lewat warung tekan inflasi. Itu yang kemudian nanti hasil dari kajian dari TPID kita," ujar Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. ml-02/dsy
Editor : Redaksi