Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu pengrajin tempe. SP/ MLG
Ilustrasi. Salah satu pengrajin tempe. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di Kampung Sanan, Kota Malang, menjerit. Bagaimana tidak, biaya produksi yang melonjak membuat resah pengrajin tempe lantaran bingung menaikkan harga jual akan risiko kehilangan pelanggan, jika bertahan harga lana maka margin untung kian tak menutup biaya produksi.

Sementara itu, diketahui untuk biaya produksi melangit, dari Rp9.000 per kilogram tembusi Rp10.400, bahkan hingga Rp12.500. Sedabgkan di Kampung Sanan, sentra produksi tempe di Kota Malang. Kawasan itu dihuni 300 – 500 perajin dan mampu menghasilkan lebih dari 1,5 ton tempe per hari, Selasa (11/08/2026).

Besarnya aktivitas produksi itu membuat kebutuhan terhadap kedelai sangat tinggi. Namun, para perajin masih bergantung pada kedelai impor ketika pasokan kedelai lokal belum mampu memenuhi kapasitas produksi mereka. Persoalan tersebut kembali mengemuka ketika pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar ikut mendorong kenaikan harga bahan baku. 

Menurut para perajin, persoalan kedelai juga menyentuh sisi lain dari rantai produksi pangan. Mereka mengakui kedelai lokal memiliki cita rasa yang lebih gurih, tetapi produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan industri tempe di Kampung Sanan. Sehingga, para petani, juga cenderung memilih komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan. 

Akibatnya, peluang untuk membangun kemitraan dengan petani kedelai lokal belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Disisi lain, adanya ketergantungan terhadap kedelai impor kemudian menjadi persoalan tersendiri ketika nilai tukar Rupiah melemah. Setiap kenaikan kurs dapat berimbas pada harga bahan baku yang harus ditanggung perajin. ml-03/dsy

Berita Terbaru

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan Pusat Informasi Harga…

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun…

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diketahui membuka usaha fotografi secara ilegal, dideportasi. Total enam warga China…

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp…

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Disusun : Dr. TATANG ISTIAWAN WITJAKSONO, S.sos, SH, MM ADVOKAT PERADI NIA: 02.13499 A. KRONOLOGI FAKTA HUKUM (Yang Terjadi di Lapangan) [Induk Akte…

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Pembaca Yth, Eksepsi saya ini mengupas fakta yang ditulis JPU di surat dakwaan. Temuan ini saya laporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawas dan Komisi…