Tuntutan Kasus Pengerukan Kolam Pelabuhan Tanjung Perak: Jaksa Sebut Tak Ada Aliran Dana Proyek ke Terdakwa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya — Sidang lanjutan perkara proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa AWB, HES, EHH, F, MYC, dan DWS digelar pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pembacaan tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut menguraikan tidak adanya aliran dana proyek yang diterima secara pribadi oleh para terdakwa.

Sorotan lain dalam tuntutan tersebut adalah tidak adanya pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti. Dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa uang pengganti yang dibebankan kepada lima terdakwa adalah nihil.

Dengan demikian, kelima terdakwa tidak dituntut untuk mengembalikan kerugian negara melalui mekanisme pembayaran uang pengganti sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menanggapi hal tersebut, tim penasihat hukum terdakwa, Heribertus Hari Sumarno, menyatakan, hingga berakhirnya tahap pembuktian dan memasuki agenda pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum tidak menunjukkan adanya bukti yang menerangkan bahwa dana proyek pengerukan mengalir ke kantong pribadi para terdakwa. 

"Bahkan, dalam tuntutan yang dibacakan hari ini uang pengganti yang dibebankan kepada lima terdakwa juga dinyatakan nihil. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat dasar yang membuktikan para terdakwa menerima aliran dana hasil tindak pidana sebagaimana didalilkan dalam perkara ini," ujarnya

Agenda pembacaan tuntutan tersebut merupakan tahapan lanjutan dalam proses persidangan yang telah berlangsung sejak April 2026.

Selama rangkaian persidangan, sejumlah fakta telah terungkap melalui keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Salah satunya mengenai aliran dana proyek pengerukan.

Dalam persidangan sebelumnya (20/5/2026), saksi Adi Witono selaku Vice President Operation PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari secara tegas menyatakan bahwa tidak terdapat pembayaran proyek yang ditransfer kepada para terdakwa.

"Tidak ada," ujar Adi Witono saat menjawab pertanyaan mengenai ada atau tidaknya aliran dana proyek kepada para terdakwa.

Saksi juga menerangkan bahwa seluruh pembayaran pekerjaan dilakukan langsung kepada PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (PT APBS) sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan.

"Seluruh pembayaran pekerjaan langsung kami transfer ke PT APBS," tambahnya.

Dalam persidangan berikutnya (3/6/2026), saksi Warsilan selaku Direktur Utama PT PMS juga menerangkan bahwa keuntungan yang diperoleh PT APBS menjadi bagian dari laba perusahaan yang kemudian dibagikan kepada pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada keuntungan pribadi yang diterima para terdakwa dari dana tersebut dan pembagian dividen kepada pemegang saham sudah berdasarkan RUPS," ujar Warsilan di hadapan Majelis Hakim.

Dengan demikian, rangkaian persidangan yang telah berlangsung selama hampir empat bulan dalam perkara proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak yang menjerat enam terdakwa secara konsisten menunjukkan bahwa pembayaran proyek dilakukan kepada PT APBS sebagai badan usaha pelaksana, sementara keuntungan perusahaan dikelola melalui mekanisme korporasi sesuai tata kelola perusahaan.

Hingga tahap pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum juga menguraikan tidak adanya aliran dana proyek kepada pribadi para terdakwa dan tidak menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti.

Oleh karena itu, rangkaian fakta persidangan tidak menunjukkan adanya penerimaan dana proyek oleh para terdakwa secara pribadi.

Berita Terbaru

Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

Rabu, 26 Agu 2026 16:12 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JOMBANG — Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berziarah ke makam sejumlah p…

Siap Sulap Pantai Pasir Putih, Pemkab Situbondo Tawarkan Investasi Rp40 Miliar

Siap Sulap Pantai Pasir Putih, Pemkab Situbondo Tawarkan Investasi Rp40 Miliar

Rabu, 26 Agu 2026 15:55 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:55 WIB

Siap Sulap Pantai Pasir Putih, Pemkab Situbondo Tawarkan Investasi Rp40 Miliar   Caption: SP/IST Keindahan Pantai Pasir Putih Situbondo.    SURABAYAPAGI, S…

Lagi! Bukit Sentong Ranupani Lumajang Terbakar, Satu Hektare Lahan Ludes

Lagi! Bukit Sentong Ranupani Lumajang Terbakar, Satu Hektare Lahan Ludes

Rabu, 26 Agu 2026 15:45 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Terbaru, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten…

Cegah Aksi Vandalisme, Pemkot Batu Siapkan Ruang Ekspresi yang Sasar Fasilitas Publik

Cegah Aksi Vandalisme, Pemkot Batu Siapkan Ruang Ekspresi yang Sasar Fasilitas Publik

Rabu, 26 Agu 2026 15:36 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti maraknya aksi vandalisme, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah menyiapkan ruang ekspresi yang menyasar fasilitas…

Pemkab Minta Data Desil Warga Lumajang Diperbarui Tiap 3 Bulan Agar Lebih Akurat

Pemkab Minta Data Desil Warga Lumajang Diperbarui Tiap 3 Bulan Agar Lebih Akurat

Rabu, 26 Agu 2026 15:27 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Agar penyaluran program pemerintah lebih tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendorong pemutakhiran data desil…

Pemkot Malang Usulkan Proyek Perbaikan Jembatan Muharto Masuk APBN

Pemkot Malang Usulkan Proyek Perbaikan Jembatan Muharto Masuk APBN

Rabu, 26 Agu 2026 15:16 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:16 WIB

SUABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti penataan kawasan Muharto, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan proyek perbaikan Jembatan Muharto Barat kepada…