Dituding Mematikan Fungsi Lapangan, Ini Penjelasan Kades Piryantono

author Juma'in Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kades Janti, Piryantono, saat memberikan penjelasan. SP/JUMAIN 
Kades Janti, Piryantono, saat memberikan penjelasan. SP/JUMAIN 

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Polemik lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Janti, Kecamatan Tarik yang dituding bakal mematikan fungsi lapangan, sebab selain lokasinya berada di tanah bekas gedung Koperasi Unit Desa (KUD), sebagian lagi lokasi tersebut berada di tanah lapangan desa setempat

Kendati penetapan lokasi sudah dilakukan dengan musyawarah desa (musdes), namun pihak pemerintah desa (pemdes) Janti pun masih membuka ruang dialog jika ada warga yang merasa keberatan.

Kepala Desa (Kades) Janti, Piryantono menyatakan, pemerintah desa tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat. Dia mengakui kemungkinan adanya miskomunikasi pada tahap awal perencanaan pembangunan KDMP.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila dalam proses perencanaan terjadi miskomunikasi. Dan pemerintah desa tidak menutup diri terhadap masukan warga,” ujar Piryantono, saat ditemui Surabaya Pagi diruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Kades Piryantono juga menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi dan mekanisme musyawarah desa (musdes). Bahkan, musdes dilakukan lebih dari satu kali sebelum proyek dimulai.

“Dalam musdes awal ada dua alternatif lokasi, yakni di TKD Dusun Balongan, dan tanah KUD. Setelah musdes lanjutan, lokasi ditetapkan di tanah KUD yang sebagian memakan tanah lapangan, dan akhirnya disepakati,” jelasnya.

Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan diambil sepihak. Namun, ia menduga sebagian warga yang menolak tidak sepenuhnya memahami proses yang telah dilalui.

“Kemungkinan ada ketidaktahuan atau miskomunikasi di awal. Makanya muncul tudingan itu,” tambahnya.

 

 

Terkait kekhawatiran hilangnya fungsi lapangan desa, Piryantono memastikan pembangunan KDMP tidak akan menghapus ruang olahraga bagi warga. Pemerintah desa telah menyiapkan rencana renovasi lanjutan agar aktivitas olahraga tetap berjalan.

“Dengan adanya lokasi KDMP yang sebagian berada di tanah lapangan ini, tidak mungkin warga Janti tidak bisa berolahraga. Kami tetap memfasilitasi dengan membangun lapangan voli, dan arena jogging track atau jalur lintasan untuk olahraga lari santai dan berjalan kaki," tegasnya.

Tanah bekas gedung KUD tidak mencukupi untuk luasan area KDMP. Sehingga dalam musdes disepakati menambah tanah lapangan berkisar 5 meter digunakan untuk pembangunan KDMP yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga.

“KDMP ini untuk memakmurkan warga. Kami akan mencari solusi terbaik dan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (jum)

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…