KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN

UANG RP106,3 M DIDUGA TERKAIT NUSRON WAHID

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com – Uang tunai sekitar Rp106,3 miliar di dalam 20 koper yang disita dari kediaman Arif Sugiyanto alias Gus A (mantan Bupati Kebumen)

SAAT Operasi Tangkap Tangan (OTT) masih didalami oleh KPK terkait dugaan keterkaitannya dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Uang tersebut ditemukan di kediaman Gus A (Arif Sugiyanto) di kawasan Cibubur.

KPK menyatakan bahwa asal-usul, aliran dana, dan dugaan keterlibatan pihak lain termasuk Nusron Wahid masih dalam proses pendalaman penyidik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami temuan uang dalam puluhan koper dan kardus hasil operasi tangkap tangan (OTT).

Uang tersebut ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif di kawasan Cibubur.

Informasi yang beredar menyebutkan uang sekitar Rp100 miliar tersebut diduga berkaitan dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Tim KPK menemukan sekitar 20 koper dan kardus berisi uang saat melakukan OTT pada Senin, 14 September 2026.Uang tersebut terdiri atas pecahan rupiah dan valuta asing. Nilainya kemudian disebut mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, Gus Arif disebut mengakui uang tersebut merupakan milik Nusron Wahid.Gus Arif bersama politikus Partai Golkar Fahd A Rafiq juga disebut berperan sebagai pihak yang mengumpulkan uang.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan PT Summarecon Agung Tbk dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KPK kemudian melakukan ekspose untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.Dalam pengusutan perkara ini, KPK menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

Mereka berasal dari lingkungan Kementerian ATR/BPN dan pihak swasta.

Kantor ATR/BPN Digeledah

KPK menggeledah kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait kasus suap pembukaan blokir hak guna bangunan (HBG) Summarecon di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Salah satu yang digeledah ialah ruangan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN. Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan penggeledahan dilakukan hari ini. Kegiatan penggeledahan pun masih berlangsung.

“Penggeledahan dilakukan di sejumlah lokasi di lingkungan kantor Kementerian ATR/BPN, salah satunya ruangan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN,” jelas Budi kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).

“Saat ini kegiatan masih berlangsung, kami akan update terus perkembangannya sebagai bentuk transparansi dalam proses hukum di KPK,” lanjutnya.

Dia menjelaskan penggeledahan dilakukan untuk memperoleh alat bukti tambahan. Dia belum menjelaskan apa saja yang telah ditemukan penyidik.

“Kegiatan penggeledahan tersebut dibutuhkan penyidik untuk mencari dan melengkapi alat bukti dalam penyidikan perkara yang bermula dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ujarnya.

Telepon Menteri Nusron

CNNIndonesia.com menghubungi dua nomor telepon yang biasa dipegang oleh Menteri Nusron untuk menanyakan soal OTT KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN dan dugaan keterkaitannya dengan uang-uang tersebut. Namun, hingga berita ini terbit, yang bersangkutan tidak merespons.

Pesan singkat CNNIndonesia.com juga tidak terbaca, diduga karena nomor Nusron sedang tidak aktif.

Pihak Istana sementara itu menyatakan tidak akan mengintervensi proses hukum yang berjalan di KPK.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur jika ada anggota kabinet yang terjerat dugaan masalah hukum.

“Ya kita serahkan. Pak Presiden itu selalu mengatakan bahwa kalau ada masalah hukum dan sebagainya, serahkanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi beliau tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9). erc, jk, dna

Berita Terbaru

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, kali ini hadir di Surabaya bukan melalui panggung politik maupun p…

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi kemarin, usai Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed)…

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - The Pokemon Company membawa kabar menggembirakan bagi para penggemar aplikasi Pokemon Trading Card Game Pocket di Tanah Air. Mereka…

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Roberia mengatakan telah…

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Urusan buang sampah yang sering diabaikan masyarakat kini mendatangkan cuan bagi banyak anak muda di China. Layanan ini menjelma jadi tren…

Menkeu Suahasil Bungkam Dicecar Wartawan

Menkeu Suahasil Bungkam Dicecar Wartawan

Jumat, 18 Sep 2026 08:54 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, memilih bungkam saat diberondong sejumlah pertanyaan oleh awak media. Peristiwa tersebut terjadi…