Oleh: Hj. Lordna Putri
Sabar dalam Islam terbagi menjadi tiga macam utama, seperti yang dijelaskan dalam Rumaysho dan referensi NU Online.
Tiga macam sabar yaitu
Sabar dalam ketaatan
Sabar hadapi kemaksiatan dan
Sabar dalam menghadapi takdir atau musibah:
Sabar ketiga, kita dianjurkan tabah dan ikhlas menerima segala ketetapan, ujian, atau kejadian pahit yang diberikan oleh Allah SWT.
Menurut Imam Al-Ghazali dalam catatan NU Online, terdapat lebih dari 70 kali kata sabar disebutkan untuk menunjukkan betapa mulianya sifat ini.
Kata Kiai saya, umumnya, setiap amal kebaikan dihitung pahalanya secara berlipat ganda (misal 10 hingga 700 kali lipat). Namun, khusus untuk orang yang sabar, Allah memberikan pahala tanpa batas dan hitungan.
Seperti yang ada dalam Surat Az-Zumar ayat 10:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
Arti yang saya pahami, orang yang sabar senantiasa mendapatkan bimbingan serta pertolongan karena Allah bersama mereka, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 153. Mereka yang menghadapi musibah dengan mengucapkan istirja’ juga dijanjikan kabar gembira, rahmat, dan petunjuk (Surat Al-Baqarah ayat 155-157).
Sabar dan takwa menjadi kunci keberuntungan hidup (Surat Ali Imran ayat 200). Selain itu, kesabaran dalam menghadapi ujian juga menjadi sarana penggugur dosa seorang Muslim sebagaimana ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim.
Keutamaan dan Pahala Orang yang Dizalimi
Mentransfer Pahala Pelaku: Orang yang menzalimi (misalnya dengan menghina, memfitnah, atau merampas hak) akan menanggung dosa, sementara pahala kebaikannya bisa berpindah kepada orang yang dizalimi jika ia sabar dan tidak membalas.
Allah akan mengangkat harkat martabat serta menambah kemuliaan bagi hamba-Nya yang tabah dan menahan diri saat disakiti.
Sabar adalah amalan yang balasannya ditegaskan tanpa batas oleh Allah SWT, seperti dalam janji-Nya di dalam Al-Qur’an.
Doa orang yang dizalimi sangat cepat dikabulkan oleh Allah karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah SWT. Kamu bisa membaca panduan lengkap mengenai Sabar Dengan Gangguan Orang Lain untuk menguatkan hati.
Keadilan Allah Pasti Nyata.
Allah menjanjikan hak tidak hilang. Artinya Jika hakmu diambil atau dirugikan di dunia dan belum kembali, Allah akan melunasinya secara sempurna kelak di hari kiamat.
Bahkan sekecil apa pun perbuatan zalim seseorang, pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. (dnaputri)
Editor : Redaksi