SURABAYAPAGI.com – Saya dialog dengan sesama jamaah pengajian tentang pengertian sabar dalam Islam. Jawabannya beragam! Ada yang bilang menahan diri dari keluh kesah, marah, dan perbuatan tercela, serta mengendalikan hawa nafsu demi taat kepada Allah SWT.
Dalam kehidupan seorang muslim, ustadz saya berpesan sabar memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Allah SWT berulang kali menyebutkan tentang sabar dalam Al-Qur’an, menunjukkan betapa pentingnya sifat ini dalam menghadapi segala ujian hidup.
Namun, sebelum seseorang dapat mempraktikkan sabar dengan baik, terlebih dahulu harus memahami dengan jelas pengertian sabar menurut ajaran Islam. Dengan memahami makna yang benar, seorang muslim akan mampu mengamalkan sabar bukan sekadar sebagai sikap pasrah, melainkan sebagai kekuatan jiwa yang melahirkan keteguhan hati.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam meninggalkan larangan, dan bersabar menghadapi musibah.
Menahan diri di sini berarti seseorang mampu mengontrol hawa nafsu dan tidak mudah terbawa oleh emosi negatif. Jika ditelaah lebih dalam, pengertian sabar sebagai menahan diri sangat erat kaitannya dengan pengendalian hati.
Seorang muslim yang sabar mampu menjaga lisannya dari kata-kata kasar ketika marah, serta menjaga tindakannya agar tidak merugikan orang lain. Menahan diri ini juga menjadi cerminan iman, sebab Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, melainkan yang mampu menahan amarahnya.
Selain itu, pengertian sabar ini juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengendalikan keinginannya. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia dihadapkan pada godaan duniawi. Orang yang sabar tidak akan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena nafsu sesaat, melainkan akan berpikir panjang dengan mempertimbangkan keridhaan Allah SWT.
Menahan diri juga termasuk dalam kesabaran menghadapi perbedaan pendapat. Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu banyak pandangan yang tidak sejalan dengan kita. Dengan memahami pengertian sabar sebagai menahan diri, seorang muslim akan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan tanpa menimbulkan permusuhan.
Aspek lain dari pengertian sabar adalah sebagai ujian iman. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 155 bahwa manusia akan diuji dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dalam setiap ujian itu, Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
Hal ini menunjukkan bahwa sabar bukan sekadar sifat, tetapi juga sarana untuk mengukur kadar keimanan seseorang.
Ketika seorang muslim menghadapi musibah, sabar menjadi indikator sejauh mana ia percaya kepada takdir Allah. Dengan memahami pengertian sabar sebagai ujian iman, seseorang akan melihat setiap cobaan bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa besarnya pahala akan sebanding dengan beratnya ujian yang diterima seorang hamba. n(dnaputri)
Editor : Redaksi