Jumat Berkah: Rekayasa Kasus Diharamkan Mutlak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Surat Al-Baqarah ayat 188, Allah dengan tegas melarang manipulasi hukum untuk kepentingan segelintir orang.

Ayat ini menegaskan bahwa menggunakan hukum sebagai alat untuk melegalkan kejahatan adalah tindakan yang sangat dikecam.

Wa lā ta’kulū amwālakum bainakum bil-bāili wa tudlū bihā ilal-ukkāmi lita’kulū farīqam min amwālin-nāsi bil-imi wa antum ta‘lamūn (a).

Artinya: “Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan ( janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Tafsir Ar-Razi Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Kitab Tafsir Mafatihul Ghaib menjelaskan maksud ayat ‘wa tudlu biha ilal hukkam’, memuat larangan manipulasi hukum.

Al-Baqarah ayat 188 menegaskan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam sistem hukum. Ayat ini mengingatkan agar tidak menggunakan harta secara batil atau tidak sah sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu melalui para hakim.

Salah satu bentuk pelanggaran alam manipulasi hukum yang disorot dalam ayat ini antara lain suap. Praktiknya ada orang memberikan dana kepada hakim untuk mendapatkan keputusan yang menguntungkan dirinya, meskipun hal itu merugikan pihak lain.

Praktik ini bukan hanya merusak keadilan, tetapi juga mengancam tatanan sosial dengan melegalisasi kejahatan melalui hukum.

Dalam pandangan Islam, merekayasa kasus (membuat tuduhan palsu, memalsukan bukti, atau memutarbalikkan fakta hukum) adalah tindakan yang diharamkan secara mutlak (dosa besar). Ini karena Islam sangat menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan kebenaran dalam sistem peradilan.

Islam memerintahkan umatnya untuk menegakkan keadilan, bahkan jika hal itu merugikan diri sendiri, orang tua, atau kerabat.

Dalil Al- Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapakmu dan kaum kerabatmu...” (QS. An-Nisa: 135).

Rekayasa kasus secara sengaja menghancurkan esensi keadilan ini.

Bentuk Kezaliman yang Nyata (Zhulm)

Merekayasa kasus termasuk dalam kategori kezaliman yang berlapis. Pelakunya menganiaya orang yang tidak bersalah dan memakan hak orang lain secara batil.

Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah kamu akan kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat.” (HR. Muslim).

Ancaman bagi Saksi Palsu dan Penyuap

Rekayasa kasus biasanya melibatkan saksi palsu (syahadatuz-zur) dan suap-menyuap (risywah) untuk memuluskan rencana.

Orang yang merekayasa kasus untuk menghukum orang lain akan menghadapi tuntutan di akhirat. Pahala kebaikan pelaku akan diambil dan diberikan kepada korban. Jika pahalanya habis, dosa-dosa korban akan ditimpakan kepada pelaku rekayasa tersebut hingga ia dilemparkan ke neraka (hadis tentang orang yang muflis atau bangkrut).

Jadi mengajukan perkara dengan dasar hujah yang batil, yaitu dengan memalsukan fakta, memberi kesaksian palsu, atau sumpah dusta, termasuk dalam kategori dosa besar yang dilarang dalam Islam.

Nabi Muhammad saw memperingatkan umatnya tentang bahaya mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak sah. (dnaputri)

Berita Terbaru

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian…

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kota Madiun bakal mencermati proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 yang direncanakan untuk menutup defisit APB…

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ibarat putri ayu, proyek pembangunan Rumah Pompa Lippo di Jalan Raya Jati sempat menjadi perhatian publik. Proyek yang digadang m…

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Keramaian di depan TMP R.Wijaya Kota Blitar yang berhadapan dngn wisata Kuliner malam tepatnya di Jalan Sudanco Supriadi, di kejutkan…

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri M…

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Deteksi dini dan cegah dini menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ser…