SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendorong pengembangan program Millennial Job Center (MJC) untuk memperkuat daya saing pedagang pasar tradisional sekaligus membuka peluang kerja berbayar bagi generasi muda di tengah tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jatim.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Indriani Yulia Mariska, mendorong program MJC menjembatani dua kebutuhan tersebut melalui proyek profesional berbayar.
Menurut Indriani, pengembangan MJC perlu diarahkan agar tidak berhenti pada pelatihan keterampilan. Program ini harus mampu mempertemukan kompetensi generasi muda dengan kebutuhan nyata pelaku usaha, termasuk pedagang pasar tradisional yang menghadapi persaingan perdagangan daring.
“MJC harus mampu membuka peluang kerja yang nyata bagi generasi muda. Kita punya banyak talenta dengan keterampilan di bidang desain, fotografi, dan pemasaran digital. Di sisi lain, pedagang pasar membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha. Keduanya bisa dipertemukan melalui proyek yang jelas dan berbayar,” ujar Indriani, Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan Direktori Pasar Rakyat 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur memiliki 2.574 pasar rakyat. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kerakyatan yang perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi perubahan pola belanja masyarakat.
Namun, banyak pedagang masih menghadapi tantangan dalam memperluas pemasaran, membuat katalog produk, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan teknologi digital.
Padahal, kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang kerja bagi generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai.
Indriani yang juga anggota Komisi E ini, penguatan pasar rakyat tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan revitalisasi fasilitas. Peningkatan kapasitas pedagang serta pemanfaatan keterampilan generasi muda juga harus menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar tradisional.
“Pedagang pasar jangan dibiarkan berjuang sendiri menghadapi perubahan zaman. Mereka membutuhkan pendampingan agar produknya semakin dikenal dan jangkauan pasarnya lebih luas. Sementara itu, anak-anak muda perlu diberi ruang untuk menerapkan keahliannya sekaligus memperoleh penghasilan,” tegasnya.
Melalui skema MJC Pasar Rakyat, talenta muda dapat dilibatkan dalam proyek pembuatan katalog digital, pengelolaan WhatsApp Business, produksi foto dan video produk, penyusunan materi promosi, hingga pencatatan keuangan sederhana. "Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya membantu pedagang meningkatkan daya saing, tetapi juga memberikan pengalaman profesional, portofolio, dan pendapatan bagi generasi muda," pungkas politisi asli Sumenep ini. rko
Editor : Redaksi