SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya dalam menekan kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, terus berkomitmen dengan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta upaya lain yang kini dilakukan melalui gerakan 3M, menyusul tingginya kasus DBD di daerah itu. Meski, kasus DBD di Kabupaten Pamekasan kali ini sebenarnya lebih sedikit dibanding dua tahun sebelumnya, yakni 2025 dan 2024.
"3M itu artinya menguras, menutup dan mengubur, yakni menguras penampungan air seperti bak mandi secara rutin, lalu menutup semua wadah air dengan rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur, dan mengubur barang-barang bekas seperti kaleng, atau botol yang berpotensi menampung air hujan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Saifuddin, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan per 23 Oktober 2026, sebanyak 380 orang dinyatakan positif terserang penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti itu dan empat orang di antaranya meninggal dunia.
Dari total 380 kasus itu, sebanyak 155 kasus di antaranya menimpa pasien usia 5 hingga 15 tahun, lalu 127 kasus menimpa usia 15 hingga 44 tahun, dan 37 kasus lainnya menimpa pasien di atas usia 45 tahun.
Selain melakukan PSN dan gerakan 3M, Dinkes Kabupaten Pamekasan juga melakukan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat. "Untuk penguatan KEI ini, kami bekerja sama dengan TNI dan Polri, karena kedua institusi ini sama-sama memiliki jaringan personel hingga ke tingkat desa, sehingga cakupan pendampingan juga bisa lebih luas," kata Saifuddin. pm-01/dsy
Editor : Redaksi