Polisi Jaring Pembeli Narkoba di Cafe

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Banyak cara dilakukan pengedar narkoba dalam melakukan transaksi. Seperti yang dilakukan Agus Setiyo Buwono ini. Untuk mengendalikan bisnisnya itu, pria 27 tahun asal Bojonegoro itu memilih nongkrong di cafe. Untuk menghindari endusan polisi, Agus bahkan tidak membawa narkoba yang hendak dijualnya. Tetapi, dia mengedarkan narkoba dengan dikendalikan melalui HPnya. Namun, Agus tidak sadar bahwa dirinya telah dipantau polisi. Sebab pembeli narkoba bernama Roby berhasil ditangkap terlebih dahulu. Dari mulut dan HP Roby itulah, muncullah nama Agus sebagai sang pengedar. Pria yang sehari-hari tinggal di Jalan Medokan Ayu Wetan Surabaya itu pun akhirnya ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. "Dia (Agus, red) kami sergap Sabtu (12/9/2017) malam kemarin. Yaitu di kafe D Javu Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya," sebut Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo, Selasa (19/9/2017). Saat disergap, Agus sempat dengan gagah menyangkal polisi. Sebab, Agus yakin bahwa dirinya tidak membawa narkoba yang diedarkannya. Namun, polisi tak menggubris sangkalan Agus. HP Agus pun disita dan diperiksa. "Dari HP tersangka inilah, kami menemukan sejumlah chat yang menunjukkan transaksi narkoba yang dilakukannya. Tentu dengan kode-kode tertentu," beber Kompol Anton. Dari sanalah Agus akhirnya dikeler. Sampailah Agus di kos kosannya di Jalan Medokan Ayu Wetan Surabaya. Dan benar, anggota menemukan sejumlah narkoba di kamar kos Agus. Penggeledahan itu berhasil menyita tiga poket besar narkoba jenis sabu seberat 72,69 gram. Sabu itu disimpan Agus di dalam laci lemari kamarnya. Selain itu, sebuah timbangan elektrik milik Agus juga turut disita. Kompol Anton menambahkan, dari hasil interogasi, Agus memesan sabu sabu itu dari seorang bandar narkoba dengan sistem ranjau. Sang bandar itu, disebut Agus saat ini tengah mendekam di Rutan Medaeng. Agus menyebut bandar itu bernama Andrew. "Kami akan telusuri pengakuan tersangka Agus ini," ujar Alumnus Akpol 2003 ini. Sementara kepada polisi, Agus berdalih baru sekali itu mengambil sabu dari Andrew. Dan rencananya, sabu itu akan dikemas ulang oleh Agus dengan paket-paket kecil. "Saya butuh banyak uang untuk lamaran Pak," aku Agus. bkr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru