SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengendara mobil yang sering beraktivitas di wilayah pusat kota maupun wilayah timur Kota Surabaya, sekarang bisa bernafas lega. Sebab, komplotan pembobol mobil yang selama ini meresahkan, berhasil diringkus Tim Anti Bandit Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua pelaku utama ditembak, sedangkan tiga penadahnya juga turut ditangkap. Dua pelaku utama bahkan sudah beraksi di 12 TKP.
Dua pelaku utama itu adalah M Imron (45), asal Wisma Sido Jangkung Indah J-9, Gresik dan Ferdinand Rudolf (43) alias Ferry warga Jalan Kupang Krajan Surabaya. Keduanya ditangkap secara beruntun. Imron ditangkap pada Senin (18/9/2017) di Menganti Gresik. Sedangkan Ferry disergap di kos kosannya di Jalan Simo Rukun II/14A Surabaya, pada Rabu (20/9).
"Aksi kedua pelaku utama ini sudah cukup meresahkan. Bahkan saat ditangkap anggota, keduanya sempat melawan. Sehingga terpaksa dilumpuhkan kakinya," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal didampingi Kasatreskrim AKBP Leonard Sinambela, Kamis (21/9).
Kombes Pol M Iqbal membeberkan, kedua pelaku ini selalu tandem saat beraksi. Imron bertugas sebagai eksekutor, dan Ferry berperan sebagai joki motor sarana saat beraksi. Bahkan dari laporan polisi (LP) yang ada, tandem ini sudah beraksi di 12 TKP. Rata-rata mereka beraksi di wilayah timur Surabaya.
"Keduanya menyasar mobil yang baru saja parkir. Dan ketika pengemudinya lupa atau tidak mengunci pintunya, mereka langsung beraksi. Hanya beberapa detik saja, Imron berhasil mengambil barang berharga milik korban," ulas Kombes Pol M Iqbal.
Dari catatan penyidik, 12 mobil yang sudah mereka satroni antara lain :
1. SPBU Jl. Kayoon (Bulan september)
2. Laundry Jl. Rungkut asri (Bulan Agustus)
3. Laundry Jl. Rungkut madya (Bulan Agustus)
4. Alfamidi Jl. Ir. Soekarno (Bulan Agustus)
5. SPBU Jl. Ambengan (Bulan Mei)
6. SPBU Jl. Klampis jaya (Bulan Agustus)
7. SPBU Jl. Ambengan (Bulan Mei)
8. Jl. Gubeng kertajaya No. 62 (Bulan juli)
9. Service mobil Jl. Pucang anom (Bulan juli)
10. Apotek inti farma Jl. Dharma husada (Bulan juni)
11. Apotek inti farma Jl. Dharmahusada (Bulan juli)
12. Asrama haji sukolilo (Bulan Agustus)
"Kami pastikan, Tim Anti Bandit kami ada dimana-mana dan bekerja nonstop. Jadi kami pastikan, siapapun yang melakukan kejahatan, terutama 3C (curas, curat, curanmor), pasti terpantau dan pasti tertangkap. Jadi, jangan pernah 'bermain' di Surabaya," tegas Kombes Pol M Iqbal.
Sementara itu, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, Imron dan Ferry merupakan tandem penjahat yang selama ini menjadi buruannya. Bahkan dari catatannya, Imron dan Ferry merupakan residivis. "Imron sudah dua kali masuk penjara. Sedangkan Ferry sudah tiga kali. Mereka spesialis curat (pencurian dengan pemberatan). Baik curanmor maupun bobol mobil," ungkapnya.
Selain menangkap kedua pelaku utama (Imron dan Ferry, red), lanjut AKBP Leo. Tim nya juga berhasil mengeler tiga penadah yang selama ini biasa menerima dan membeli barang curian dari Imron dan Ferry. Tiga penadah itu antara lain Masturi (37) warga Jalan Krembangan Bhakti Surabaya ; Fausi (27) warga Jalan Kapasari Pedukuhan Surabaya serta Endrianto (27) warga Jalan Kendung Jaya Surabaya. "Ketiganya kami amankan secara berurutan," imbuhnya.
Dari 12 korban yang menjadi korban pembobolan kejahatan Imron dan Ferry. Salah satunya adalah Fuad Benardi, putra sulung Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Mobil Fuad disatroni kedua pelaku saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Kayoon Surabaya pada Selasa (12/9) lalu, pada siang hari sekitar pukul 12.30 Wib. Pencurian di SPBU Jalan Kayoon itu menjadi pencurian yang menimpa Fuad. Sebab sebelumnya, laptop miliknya juga raib setelah kaca mobilnya dipecah oleh komplotan pelaku lain. Yaitu di daerah GOR Sudirman, Jalan Kertajaya Indah Surabaya, pada 7 Agustus 2017 lalu.
"Kami pastikan, otak pelaku pecah kaca yang menyatroni mobil korban (Fuad Benardi, red), juga segera kami tangkap. Karena satu pelakunya juga sudah kami tangkap sebelumnya. Nanti akan segera kami ekspose untuk komplotan pecah kaca ini," tandas AKBP Leonard. bkr
Editor : Redaksi