SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti Jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran yang sempat ambles akibat terjangan banjir besar pada Juli 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi, terus mengebut realisasi pembangunan infrastruktur pasca-bencana, dengan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar telah dialokasikan untuk memulihkan akses vital masyarakat tersebut.
"Alokasi anggarannya sebesar Rp 2,9 miliar. Untuk kontraknya saat ini belum, masih menunggu proses penawaran di sistem minicom (sistem pengadaan barang dan jasa)," ujar Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, Senin (25/05/2026).
Lebih lanjut, utnuk perkembangan pemenang lelang, Cahyanto mengakui adanya sedikit penyesuaian. Sedianya, pemenang tender dijadwalkan minggu ini. Namun, dinamika ekonomi nasional memaksa tim teknis untuk melakukan kalkulasi ulang. Akibat kenaikan tersebut, pihak Dinas PU CKPP Banyuwangi harus menyesuaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen pendukung lainnya agar sinkron dengan Standar Satuan Harga (SSH) yang baru.
"Tetapi Alhamdulillah, minggu ini sudah selesai dan sudah kita proses kembali dalam sistem pengadaan barang jasa. Harapannya, minggu depan sudah ada pemenangnya," ungkapnya.
Diketahui, Jembatan Sungai Lembu yang baru ini nantinya akan dibangun dengan spesifikasi yang jauh lebih kokoh dengan dimensi lebar 6 meter dengan bentangan sekitar 14 meter. Konstruksinya menggunakan pondasi tiang pancang dengan lantai (abutment) menggunakan beton. Mengingat pentingnya fungsi jembatan ini, Pemkab Banyuwangi memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD).
Sehingga, merespons cepat keluhan warga, Pemkab Banyuwangi langsung bergerak membangun jembatan darurat pada 18 Juli 2025, khusus kendaraan roda dua agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total. Disusul kemudian, pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk roda empat pun dikerjakan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. by-02/dsy
Editor : Redaksi