SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten trenggalek, untuk satu tahun itu 27.881 Ton dan hingga saat ini sudah terealisasi sekitar 12.446 Ton. Dan dalam proses penyaluran-penyaluran pupuk sudah mencapai 44 persen serta diprediksi aman sampai akhir 2026.
“Untuk MT 2 kalau maksudnya tanam serentak dalam satu kabupaten tidak bisa, hanya untuk wilayah-wilayah satu kelompok, satu desa itu Insya Allah kita usahakan untuk serentak tanam. InsyaAllah serangan hama penyakit kita bisa tanggulangi dengan cepat dan lebih baik karena bisa serentak selain memutus siklus hama tadi,” ucap Kepala DPKP Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, Senin (25/05/2026).
Lanjut Imam Nurhadi, menghimbau untuk para etani jangan melihat dari galengan saja, namun juga harus masuk ke lahan agar batang per batang dapat diamati dan nanti jika sudah diatas 20 ekor werengnya itu harus sudah laporan, agar nantinya dapat dilakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) serentak. Apalagi pada musim ini wereng lebih aktif, sehingga dari awal tanam harus sudah waspada wereng.
“Jika untuk informasi apabila mengetahui ada serangan hama di tanaman itu bisa langsung menghubungi ketua kelompok atau langsung ke BPP setempat. BPP itu akan melaporkan pada kita untuk kita bantu ke sisi dana kemudian bersama petugas PUPT,” ujarnya.
“Mudah-mudahan tidak ada serangan yang signifikan pada tahun ini, harapannya pada petani kita tetap warning karena ada beberapa sudah mulai nampak aktivitas wereng itu kira-kira periode tanam MT 2 ini,” imbuhnya. tr-01/dsy
Editor : Redaksi