SURABAYAPAGI.COM, Klungkung – Sejak status Gunung Agung menjadi awas, banyak penduduk yang mengungsi ke daerah-daerah yang aman. Hingga Senin (25/9/2017), ada 15.758 jiwa yang mengungsi ke Klungkung. Sekitar 2.919 di antaranya masih berstatus pelajar.
Pelajar yang mengungsi tentunya membutuhkan angkutan agar bisa menjangkau sekolahnya. Untuk itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memfasilitasi peajar dengan menyediakan angkutan gratis bagi pelajar di pos-pos pengungsian.
"Ke depan kita punya program angkutan gratis, karena ada situasi begini akan kita percepat untuk melayani pengungsi," kata Suwirta, Senin (25/9/2017).
Selain itu, sambil menunggu realisasi program untuk melayani kebutuhan pelajar di pengungsian, sekolah tingkat SLTA di Klungkung telah membuat program brother school. Dalam program ini, pelajar yang memiliki sepeda motor bertugas menjemput pengungsi ke sekolah.
"Jadi satu siswa di Klungkung menjemput satu siswa di pengungsian, memang belum maksimal karena ini baru hari pertama sekolah," ujar Suwirta.
Editor : Redaksi