Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS. Mata Kanannya Jadi Area Paling Serius

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hasil tangkap layar dari CCTV terduga pelaku penyeriman air keras kepada Andrie Yunus, yang berhasil direkam.
Hasil tangkap layar dari CCTV terduga pelaku penyeriman air keras kepada Andrie Yunus, yang berhasil direkam.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Jenderal Sigit menyebut dirinya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut kasus tersebut.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026).

Jenderal Sigit menjelaskan, pihaknya akan menggunakan metode ilmiah dalam mengungkap kasus ini. Pengumpulan informasi terus dilakukan oleh tim di lapangan.

"Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tuturnya.

Jenderal Sigit menambahkan bahwa jajaran kepolisian sudah bergerak di bawah koordinasi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik.

 

Jadi Korban Teror 

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban teror penyiraman air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 malam.

Peristiwa yang kini menjadi sorotan sebagai publik di Tanah Air, mengingat Andrie Yunus dikenal sebagai sosok aktivis yang lantang dalam membela Hak Asasi Manusia (HAM).

Mata kanan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi area yang paling serius terdampak penyiraman air keras.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram KontraS, Sabtu (14/3), Andrie saat ini mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit. Luka terdapat pada wajah (terutama sisi kanan), mata kanan, kedua tangan dan dada," dikutip dari akun @kontras_update, Minggu (15/3).

 

Kapolri Berikan Atensi Khusus

Terkini, Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

"Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-back up, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir di Markas Besar Polri sebelumnya.

Polres Jakarta Pusat mengeluarkan laporan polisi model A Nomor 222/IIII/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya. Penyelidikan dilakukan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat seperi diatur dalam Pasal 467 ayat 2 dan/atau Pasal 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Johnny mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi penyiraman air keras. Sb1/erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…