Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi Dicabut Pemerintah Kota Oxford

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Oxford- Mulai hari ini Pemerintah Kota Oxford mencopot gelar kehormatan "Freedom of Oxford" yang diberikan kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi pada 1997 atas perjuangan panjangnya mempertahankan demokrasi. Mereka menilai Suu Kyi telah gagal menghentikan "pembersihan etnis" terhadap warga muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Keputusan pencopotan tersebut dilakukan sebab Dewan Kota Oxford menilai Suu Kyi tidak pantas lagi memiliki gelar tersebut. Saya pun terkejut mendengar tentang ledakan kekerasan yang terjadi di negaranya dan dialami oleh etnis minoritas paling teraniaya. "Saya sangat mendukung mosi untuk mencopot gelar kehormatan Suu Kyi. kata Pemimpin Dewan Kota Oxford Bob Price dikutip dari Russia Today pada Rabu (4/10). Pencopotan gelar kehormatan ini dilakukan setelah minggu lalu Universitas St Hugh's, Oxford, memindahkan lukisan Suu Kyi yang dipajang di gedung kolase. Seperti diketahui, Suu Kyi merupakan pelopor gerakan demokrasi di Myanmar. Dia menyerukan kampanye pro-demokrasi dan menentang kediktatoran militer di negaranya. Karena kampanye itu, dia pun dijebloskan ke rumah tahanan Yangon selama lebih dari tujuh tahun. Atas perjuangannya itu, dia dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 silam. Namun kini segala perjuangan Suu Kyi di masa lalu menjadi bumerang baginya. Dia harus menghadapi kritik dari sejumlah pihak asing terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena gagal menangani krisis kemanusiaan yang menimpa kaum minoritas Rohingya. hm

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru