Petani Trenggalek Manfaatkan Pompa Hidram, Tanpa Listrik Tanpa BBM  

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Guna mengatasi krisis di wilayah perkebunan Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, sekelompok pemuda memanfaatkan teknologi pompa air yang tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar minyak/ Pompa Hidram. Pompa Hidram dibuat dengan memanfaatkan barang bekas yang tersedia di sekitar desa tersebut. “Setelah kami bicarakan dengan para petani di wilayah ini, sepakat kami patungan untuk biaya pompa hidram yang kami bikin,” ujar penggiat lingkungan Panggul, Mukti Satiti,” senen (9/10/2017). “Pompa hidram yang mereka rakit tanpa memerlukan listrik dan juga tak membutuhkan bahan bakar minyak. Sebagian besar bahan yang mereka gunakan adalah aneka besi limbah motor berbagai jenis,” tuturnya. Pemanfaatan pompa hidram berhasil mengairi puluhan lahan pertanian milik warga Kecamatan Panggul merupakan wilayah di Kabupaten Trenggalek yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan. Sebelum diciptakan pompa ini, para petani harus menghabiskan uang mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 Juta yang tidak sebanding dengan pendapatan yang didapat. Wilayah ini termasuk kawasan pegunungan dan merupakan area batuan karst menjadikan daerah ini minim air bersih, apalagi untuk berkebun. Masalah yang sering muncul adaah alisan sumber air ini yang berada di bawah, sedangkan lahan pertanian berada di atas. Kondisi seperti ini membangkitkan semangat sekelompok pemuda Kecamatan Panggul yang akhrinya berhasil merakit sendiri pompa hidram yang dapat dinikmati oleh puluhan petani di kawasan pegunungan Pantai Pelang. har

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru