Polres Jember Jaga Ketat Jalannya Rekonstruksi Pembunuhan di Semboro Jember

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI. com, Jember-Polres Jember hari ini lakukan rekontruksi di dusun Semboro Lor Kabupaten Jember (12/10/2017). Dalam acara rekontruksi Polres Jember dan jajarannya Polsek Semboro mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara),dan Polres Jember kerahkan anggota dari Intelkam Polres Jember, Satu Unit Resmob Barat dan Anggota Sabhara dan jajaran Polsek Semboro dan di pekirakan ada 50 anggota yang di turunkan di lapangan Kapolres Jember mengatakan, untuk titik rekontruksi terdpat empat Rekontruksi. Yang pertama tersangka bertemu dengan Korban Awalnya berkenalan melalui medsos, lalu selanjutnya korban sering berkunjung ke salon di tempat tersangka bekerja. Selanjutnya, tersangka membeli jamu dan kemudian tersangka melakukan eksekusi. Ke empat tersangka menggadaikan barang milik korban yaitu berupa satu unit sepeda dan tersangka melakukan 14 adegan dimana rangkaian tersangka dan korban masuk rumah, kemudian keduanya meminum campuran obat-obatan lalu melakukan hubungan badan. Setelah mereka tidak sadar pelaku mengeksekusi korban dengan menutup wajah korban dengan bantal sehingga korban tidak dapat bernapas dan meninghal dunia. Motif pelaku pembunuhan ini dikarenakan korban menolak ajakan pelaku untuk bersetubuh sehingga pelaku merasa sakit hati dan langsung menghabisi korban. Kapolres menambahkan, pelaku sementara telah diamankan di Mapolres Jember guna penyidikan lebih lanjut.“Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” jelas Kusworo. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Dusun Semboro Lor, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Jumat (22/7/2017) digegerkan dengan penemuan kerangka manusia yang ada di dalam sumur milik Aisah. Semenjak itu, Polres Jember meakukan gelar rekontruksi di Dusun Semboro Lor Kecamatan Semboro dengan penjagaan cukup ketat. Ketika berlangsungnya rekontruksi, banyak ratusan warga yang berbondong-bondong ingin melihat proses adegan pembunuhan dan selama rekontruksi tidak terjadi anarkis dari warga setempat. (ndik)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru