Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Gratis Satu Minggu

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Sumatera- Presiden Joko Widodo sudah meresmikan pengoperasian tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah dengan panjang 41,6 kilometer (km) dan jalan tol Medan-Binjai seksi Helvetia-Semayang-Binjai sepanjang 10,4 km pada Jumat kemarin. Tahap awal, dua ruas tol ini bisa dilalui masyarakat Sumatera secara gratis. Sebelumnya saat meresmikan tol Medan tersebut, Jokowi mengungkapkan selama ini tanpa ada jalan tol ini, waktu tempuh Medan ke Toba mencapai lima jam. Namun nantinya jika semua ini dirampungkan waktu tempuh tersebut akan terpangkas drastis. "Kalau biasanya ditempuh 4-5 jam nanti kalau ini sudah selesai semua, maka dari Medan ke Toba hanya bisa ditempuh 1,5-2 jam," tegas Jokowi. Menurut Arie langkah awal untuk biaya gratis ini sekaligus bertujuan sosialisasi ke masyarakat. Ruas tol baru ini juga telah memiliki fasilitas pembayaran dengan menggunakan uang elektronik. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat Sumatra Utara mengenai pentingnya penggunaan uang elektronik dalam pembayaran tol. "Biasanya ini akan gratis selama satu minggu, sebelum nantinya akan keluar Surat Keputusan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ungkap Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi di Medan, Sabtu (14/10/2017). Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani menambahkan ruas tol Kualanamu-Sei Rampahyang sudah beroperasi ini akan memiliki tarif sebesar Rp 981 per km. "Kalau per km-nya itu Rp 981 maka tinggal dikalikan saja, pokoknya nanti jarak terjauhnya sekitar Rp 40 ribu," kata dia. Mulai saat ini, pemerintah tengah mengembangkan kawasan wisata di Danau Toba. Untuk itu kemudahan akses ini akan menjadi tambahan daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari Medan jika ingin ke Danau Toba. Bukan hanya itu, saat ini jalur transportasi di Sumatera Utara masih mengandalkan jalan nasional. Dengan ada tol ini juga mampu menjadikan transportasi di Sumatera Utara lebih efektif. Dengan begitu, harga logistik diharapkan juga akan turun. (hm/lip)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru