SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal Amerika Serikat, Ford saat ini tengah menghadapi persaingan ketat dengan memilih jalur baru dengan menghadirkan mobil listrik yang benar-benar ramah kantong bagi keluarga. Pabrikan tersebut kini tengah fokus bertumpu pada platform anyar bernama Universal Electric Vehicle (UEV), Minggu (22/02/2026).
Hal itu karena, para petinggi Ford menilai gempuran kendaraan listrik murah dari China sebagai ancaman serius, sehingga truk listrik dengan banderol sekitar €26.000 disiapkan sebagai jawaban. Nantinya saat debut pada 2027, model ini disebut-sebut sebagai kendaraan terpenting Ford dalam beberapa dekade terakhir.
Yang menarik adalah, platform UEV dirancang fleksibel, ibarat seperangkat Lego berteknologi tinggi yang memungkinkan beragam model lahir dari satu basis. Truk listrik tersebut dikembangkan akan berada di segmen menengah, dengan ukuran mendekati Ford Maverick. Alih-alih menganut filosofi lebih besar lebih baik, Ford kini mengejar dimensi yang pas untuk garasi perumahan dan lalu lintas perkotaan.
Ford menargetkan akselerasi 0–97 km/jam dalam 4,5 detik, setara Mustang EcoBoost sehingga truk listrik ini diklaim lebih cepat dari banyak mobil sport. Dengan harga sekitar 30.000 dolar AS, Ford juga menjanjikan pengalaman yang tidak terasa murahan, mulai dari perangkat lunak berkualitas, interior modern, hingga fitur yang lazim diharapkan konsumen kendaraan listrik.
Sehingga, untuk mencapai harga tersebut, para insinyur Ford mengubah pendekatan kerja menjadi lebih ke efisiensi. Salah satu contohnya ada pada desain ulang kaca spion samping. Jika umumnya menggunakan dua motor untuk pengaturan kaca dan pelipatan desain baru hanya memakai satu motor untuk dua fungsi sekaligus.
Lebih lanjut, pabrikan ini juga beralih ke baterai lithium-besi fosfat (LFP) yang lebih murah, awet, dan aman diisi hingga 100 persen setiap hari. Sedangkan untuk produksi baterai LFP akan dilakukan di pabrik baru di Michigan.
Di sisi manufaktur, Ford juga mengubah metode produksi agar tetap menguntungkan. Teknologi unicasting akan diterapkan, yakni penggunaan cetakan aluminium tunggal berukuran besar. Menariknya, kendaraan baru ini cukup mengandalkan dua bagian cor besar. Hasilnya, proses perakitan diklaim 15 persen lebih cepat dan jauh lebih hemat biaya. jk-02/dsy
Editor : Redaksi