Belasan Siswa SD Tempurejo 1 Kota Kediri Keracunan Coklat

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Belasan siswa SD Tempurejo 1 Kota Kediri mendadak dilarikan ke Puskesmas Ngletih, Kota Kediri, Senin (16/10/2017). Sejumlah siswa ini diduga keracunan makanan coklat saat berada di sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, suasana SD Tempurejo Kota Kediri panik akibat kejadian itu. Sebanyak 12 siswa SD yang duduk dibangku kelas 4 mengeluh pusing, mual dan lemas. Guru pendidik yang mengetahui hal itu langsung membawa sejumlah murid ke puskesmas terdekat. Informasi dilapangan, 12 siswa tersebut diantaranya Tegar perdana, Well puspitasari, Vivi nurhidayati, Cantik kartika dewi, Regina olivia, Kristian, Erga, Yahya, Devi, Zahara, Nabila dan Esti. Mereka merupakan siswa SD Kelas 4 di SD Tempurejo 1 Kota Kediri. dr. Maya, salah seorang dokter yang merawat korban mengatakan, dari diagnosa awal belasan anak tersebut mengalami gejala ganguan pencernaan seperti mual, muntah dan pusing serta lemas. Lanjut Maya, dari 12 anak tersebut sepuluh diantaranya sudah diperbolehkan pulang. "Tadi ada 12 siswa yang dirawat disini dengan gejala yang sama. Mual, muntah, pusing dan lemah, namun sekarang tinggal 2 yang sedang dirawat intensif karena kondisinya belum membaik," ucap Maya. Namun, saat ditanya apakah penyebab dirawatnya sejumlah siswa akibat keracunan makanan? Maya enggan berkomentar lebih jauh dan menegaskan hanya gejala gangguan pencernaan. "Kalau keracunan makanan saya tidak bisa berkomentar, karena sampel makanan sudah dibawa oleh dinas terkait dan gejala sakitnya memang gangguan pencernaan," tegasnya. Sementara itu, Kristian salah satu siswa yang menjadi korban mengaku, mengalami hal seperti mual dan pusing usai memakan coklat yang diberikan temannya. "Saya tadi langsung mual, pusing setelah makan coklat dari teman saya," ucapnya di Puskesmas. Untuk memastikan kejadian itu apakah akibat keracunan makanan, sejumlah tim dari Dinas Kesehatan Kota Kediri masih melakukan uji laboratorium. Sampel makanan berupa coklat yang tersisa dibawa ke kantor dinas untuk mengetahui penyebabnya. Hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan Kota Kediri belum bisa dikonfirmasi. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru