SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Peta politik menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 makin jelas, setelah PDIP dan PKB mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim. Lawan pasangan ini hampir pasti Khofifah Indar Parawansa yang kini masih menjabat Menteri Sosial (Mensos) RI. Khofifah sendiri sudah mendapat dukungan dari Partai Golkar, Nasdem dan Hanura. Sedang Partai Demokrat juga memberi sinyal mengusung Khofifah, bahkan kini menyiapkan Cawagub untuk mendampingi Ketum PP Muslimat NU tersebut. Parpol pendukung Khofifah diperkirakan bertambah, sebab Partai Gerindra dan PPP juga siap merapat.
------------
Laporan : Ibnu F. Wibowo – Riko Abdiono, Editor: Ali Mahfud
------------
Begitu duet Gus Ipul dan Azwar Anas dimunculkan, Partai Demokrat langsung merespons. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengaku saat ini partainya intens menjalin komunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa yang akan maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Jatim yang dihelat Juni 2018. "Komunikasi intensif di Jatim terus kami lakukan. Ada banyak nama, salah satunya nama Ibu Khofifah," aku Hinca di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Senin (16/10/2017).
Menurut Hinca, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Demokrat akan segera mengumumkan siapa calon yang akan didukung pada Pilgub Jatim. "Karena yang lain (PDIP dan PKB, red) sudah mengumumkan, kami sudah membicarakan intens. Dalam waktu yang tidak lama. Demokrat berkomunikasi intens dengan Khofifah," ucap dia.
Mantan petinggi PSSI ini menerangkan, alasan Demokrat menjalin komunikasi dengan Khofifah. "Elektoralnya bagus, karyanya bagus, integritasnya bagus. Saya kira rasa pantas memimpin di Jatim," jelas Hinca.
Jika Demokrat akan mendukung Khofifah sebagai cagub, lalu siapa calon yang cocok mendampingi Khofifah? "Bisa dari luar, bisa dari Demokrat. Jatim selalu menjadi kompetisi yang ketat. Jadi imbanglah," sebut Hinca.
Khofifah sebelumnya sudah dua kali mengikuti Pilgub Jatim, namun dua kali pula Khofifah mengalami kekalahan. Kali ini, Khofifah akan mendapat perlawanan ketat dari pasangan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang berpasangan dengan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Apakah Demokrat tidak takut mengalami kekalahan dengan mendukung Khofifah? "Jangan bicara kalah," tandas Hinca.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio menjelaskan lebih detail. Menurutnya, ketika PDIP menetapkan pasangan Gus Ipul-Anas, masyarakat di wilayah mataraman (Madiun, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Nganjuk, Blitar, Kediri) bereaksi memunculkan sosok baru. “Saat ini prioritas kami adalah dengan mencari sosok muda dari kalangan internal partai untuk menjadi lawan bagi Gus Ipul-Anas,” sebut Renville ditemui Surabaya Pagi, Senin (16/10/2017).
Beberapa nama-nama, menurut Renville, saat ini sudah diajukan kepada DPP Partai Demokrat untuk kemudian disaring dan dipilih sebagai Cawagub yang akan disodorkan pada Khofifah. Diantaranya, Oni Anwar Harsono (Wabup Ngawi), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim) dan Heru Cahyono, mantan Bupati Tulungagung yang kini menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Jatim.
“Kalau dari tokoh muda, salah satunya ada Oni Anwar Harsono. Dia putra dari mantan Bupati Ngawi dr Harsono yang saat ini menjabat sebagai Wabup Ngawi dan saya sendiri (Renville Antonio). Sementara, nama-nama lainnya adalah Nurwiyatno, Heru Tjahyono, dan Kombes Pol M. Syafiin, serta Nurhayati Ali Assegaf,” papar dia.
“Finalisasi Cawagub semua itu bergantung dari Bu Khofifah. Pilihan terakhir merupakan hak beliau,” lanjut Renville yang mengaku paling cepat pengumuman cagub-cawagub oleh Demokrat dilakukan akhir Oktober 2017. “Kita gerak cepat karena akhir Oktober Majelis Tinggi akan rapat kembali,” tandas Renville yang juga anggota DPRD Jatim ini.
Stok Cawagub Khofifah
Hal senada diungkapkan anggota Fraksi Nasdem-Hanura DPRD Jatim M. Eksan. Ia mengatakan partainya akan memasrahkan pilihan Cawagub kepada Khofifah. “Hal tersebut berdasarkan hasil pertemuan antara Surya Paloh dengan Bu Khofifah. Melalui pertemuan itu lah muncul bahwa kelak Khofifah berhak menentukan Cawagubnya sendiri berdasarkan nama-nama yang diajukan oleh partai koalisi pendukung,” katanya.
Partai Nasdem, sebelumnya telah menunjuk mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin untuk maju sebagai Cawagub dari Partai Nasdem. Sementara itu, beberapa partai pendukung Khofifah juga telah menyiapkan nama-nama Bacawagub yang kelak bakal diserahkan kepada Khofifah. Seperti Partai Hanura yang mengajukan Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur Kelana Aprilianto, lalu Partai Golkar telah menerima berkas pendaftaran Bacawagub dari Mayjen TNI (Purn) Estu Hari Subagyo dan anggota DPR RI Ridwan Hisjam.
Gerindra Siap Merapat
Sekretaris DPD Partai Gerindra Anwar Sadad mengatakan saat ini Partai Gerindra tengah mempertimbangkan untuk mendukung Khofifah pada Pilgub Jatim 2018. Menurut Sadad, posisi Khofifah sebagai Menteri dari Presiden Jokowi yang menjadi pesaing Prabowo pada Pilpres 2014 tidak menjadi masalah. “Karena, yang menjadi fokus Gerindra saat ini bagaimana membangun Jawa Timur ke depan. Ekonomi kita saat ini berada di posisi mengkhawatirkan. Itu yang menjadi concern kita. Jadi, memang kita mempertimbangkan Khofifah atas dasar itu,” terang Sadad.
Terkait dengan posisi Khofifah dan Jokowi, menurut Sadad seharusnya saat ini paradigm rivalitas seperti itu sudah tidak lagi menjadi acuan bagi dunia politik. “Kita harus move on. Hal-hal seperti itu hanya akan menghambat pembangunan. Apa yang terjadi di masa lalu, tidak boleh menjadi sandungan bagi apa yang bagus di masa depan,” jelasnya.
Disinggung terkait posisi La Nyalla yang juga gencar mempromosikan diri dengan logo Partai Gerindra di baliho-baliho dirinya, Sadad menganggap hal tersebut sah-sah saja. Sebab, La Nyalla merupakan kader dari Partai Gerindra yang juga sudah masuk radar Cagub Partai Gerindra.
“Karena Pak Nyalla ini juga memiliki komunikasi yang sangat bagus dengan DPP. Yang jelas, kami akan berikan yang terbaik bagi Jawa Timur,” tegas Sadad.
PPP Ajukan Syarat
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka kemungkinan merapat ke bakal calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Hal ini sebagai dampak dari adanya pengumuman Saifullah Yusuf dan Abdulah Azwar Anas sebagai bakal calon Guberrur dan Wakil Gubernur Jatim.
Sekretaris Fraksi PPP DPRD Jatim, Mahdi mengatakan, diumumkannya pasangan tersebut, maka sekaligus menutup peluang kader partainya untuk mengisi jabatan Calon Wakil Gubernur dari Gus Ipul. "Padahal, berdasar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) beberapa bulan lalu telah mengamanahkan kepada DPW untuk minimal menempatkan kadernya di posisi Wakil Gubernur," ujar Mahdi, Senin (16/10/2017).
Oleh karena itulah, kini PPP mempersempit target bacagub yang diusung, dari yang awalnya dua orang (Gus Ipul dan Khofifah), kini hanya Khofifah seorang. PPP masih berharap bahwa Khofiah dapat mengakomodir bacawagub dari kader internal. "Kami bisa segera merapat ke Khofifah dengan sebuah syarat. Beliau mau menerima wakil dari PPP," ujarnya.
Nantinya, apabila Khofifah meminta figur bacawagub, Mahdi menyebut bahwa PPP akan menyerahkan nama Ketua DPW PPP Jatim, Musyafak Noer. "Nama beliau juga merupakan hasil dari keputusan Muskerwil PPP lalu," lanjutnya.
Cawagub Muda
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik asal Universitas Brawijaya Fazadhora Nailufar menganggap bahwa figure lain di luar NU saat ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat Jawa Timur. “Tapi kembali lagi, rekam jejak dan ketokohan dari yang bersangkutan ini juga penting. Tidak bisa asal bukan NU saja yang dipakai. Pemilih sekarang ini realistis,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini penting bagi Khofifah untuk mencari figur muda untuk dipilih sebagai Cawagub. “Terlebih lagi, pasangan satunya, Gus Ipul dan Anas ini sosok Cawagubnya memiliki rekam jejak kerja nyata yang sangat bagus. Tentunya, figure yang dipilih oleh Khofifah harus bisa mengimbangi Anas,” kata Dhora.
Sosok Cawagub menjadi penting di Jawa Timur, sebab saat ini dua tokoh yang menjadi figure Cagub potensial merupakan stok lama yang notabene sudah dikenal masyarakat Jawa Timur. “Karena hal itu, maka posisi Khofifah dan Gus Ipul saat ini untuk elektabilitas dan popularitasnya cenderung akan stuck atau malah menurun. Sehingga, Cawagub juga akan menjadi perhatian utama dari masyarakat untuk menentukan pilihan mereka,” jelasnya. n
Editor : Redaksi