asia pasific submarine conference di surabaya/ has

Hasil Rumusan Pencarian Kapal Selam Yang Hilang

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM - Pertemuan Asia Pasific Submarine Conference atau konferensi kapal selam se Asia Pasific di kota Surabaya, yang di ikuti oleh 25 negara yang memiliki armada kapal selam dikawasan Asia Pasific, Menghasilkan rumusan tentang prosedur keselamatan dan pencarian kapal selam yang hilang karena mengalami kecelakaan, terutama dikawasan Asia Pasific. Setelah melakukan pertemuan selama dua hari di Hotel Bumi Surabaya, akhirnya Asia Pasific Submarine Conference 2017 ditutup secara resmi oleh Panglima Armada kawasan Timur Laksamana Muda TNI Darwanto. Pertemuan Angkatan Laut dari 25 negara yang memiliki armada kapal selam dan mengikuti kegiatan Asia Pasific Submarine Conference (APSC), melahirkan beberapa poin penting dalam hal kerjasama dibidang kekuatan kapal selam. Seperti yang menjadi pokok bahasan dalam pertemuan yang digelar mulai tanggal 25 hingga 26 oktober 2017 ini, tentang prosedur, peralatan, serta evaluasi latihan pencarian penyelamatan (Search And Rescue) bersama terhadap kecelakaan kapal selam. Meskipun resiko kecelakaan kapal selam relatif rendah, namun semua negara yang mengikuti kegiatan ini sepakat untuk merumuskan teori tentang operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam yang hilang, terutama dikawasan Asia Pasific. Diharapkan dari pertemuan ini, personil TNI Angkatan Laut terutama pengawak kapal selam, bisa belajar banyak tentang segala hal perkembangan dan perlengkapan kapal selam dari berbagai negara yang memiliki armada kapal selam. Dan yang terpenting adalah memelihara persahabatan dengan armada Angkatan Laut negara sahabat, terutama dengan Angkatan Laut yang berada dikawasan Asia Pasific. Rencananya pada tahun 2018 mendatang, pertemuan serupa akan digelar di Amerika Serikat, dimana pertemuan tahunan ini diprakarsai oleh US Navy atau Angkatan Laut Amerika pada tahun 2001 silam, setelah terjadi insiden tenggelamnya kapal selam milik Rusia dan kapal selam milik Republik Rakyat China. (Sp/jul)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru