Cikeas dan Partai Demokrat sepertinya tidak bisa dipisahkan dari sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden RI ke-6 yang juga menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ini, juga masih diperhitungkan lawan politiknya. Manuver yang dilakukannya selalu menjadi isu politik nasional. Seperti pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jumat lalu. Namun belakangan ini, bukan SBY saja yang bermanuver. Putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga melakukan hal serupa. Belakangan ia rajin melakukan safari politik ke beberapa tokoh. Mulai dari Presiden Jokowi, kemudian Wapres Jusuf Kalla, hingga Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan, AHY berencana untuk mengunjungi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Lalu, ada kepentingan politik apa hingga manuvernya terlihat mencolok. Apakah suami artis Annisa Pohan ini berambisi maju pada Pilpres 2019?
------------------
Laporan : Joko Sutrisno – Tedjo Sumantri, Editor: Ali Mahfud
-------------------
Sejak kalah dalam Pilkada DKI Jakarta, sosok AHY lambat laun mulai diperhitungkan untuk ikut dalam Pilpres 2019. Terbukti dari sejumlah survei, popularitas AHY tak kalah dengan tokoh besar lainnya. Namun Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid punya pandangan berbeda. Menurutnya, safari politik AHY kepada sejumlah tokoh bangsa tak perlu dikaitkan dengan pencapresan putra SBY itu di Pemilihan Presiden 2019.
"Kalau menurut saya beliau kan kemarin ke JK sebelumnya ke Jokowi saya kira kok tidak otomatis ya beliau mencari tiket menuju ke 2019. Karena kan pasti beliau tahu menuju 2019 itu masih dalam tanda kutip rentangnya panjang ya," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11).
Salah satu faktornya adalah belum digugurkannya aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen dalam UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). "Beragam hal yang bisa terjadi apalagi kaitannya dengan UU tentang Pilpres yang sekarang masih di MK. PT mau pun masalah koalisi pada pilkada 2018," jelasnya.
Meski demikian, Hidayat menyambut positif langkah AHY sowan ke sejumlah tokoh dan negarawan. Hal itu diyakini bisa menghilangkan anggapan publik bahwa ada permusuhan antar tokoh politik. "Setelah itu maka rakyat pun tidak kemudian tidak berada dalam posisi mencurigai memperbesar jarak ketidakberkawanan," ujar Hidayat.
PKS akan mendorong AHY untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan banyak tokoh bangsa. Pertemuan para tokoh, kata Hidayat, dapat menghidupkan demokrasi dan tidak terjebak dalam radikalisme. Hidayat menambahkan, PKS terbuka jika putra sulung presiden ke-6 RI ingin bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman. "Ini sangat baik juga ya termasuk tradisi politisi muda silaturahim pada senior. Secara prinsip kami di PKS terbiasa bertemu dengan siapa pun," tukas Wakil Ketua MPR ini.
Incar Suara Jokowi
Sebelumnya, Ketua Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai AHY tengah mengincar suara Jokowi di Pilpres 2024. Sebab itu, ia diperkirakan tidak akan maju pada Pilpres 2019, apalagi hingga menjadi rival politik Jokowi. "Mereka (SBY-AHY) akan buat ini mengayun-ngayun. Jadi jangan berhadap-hadapan dengan Jokowi karena itu kurang strategis. Sebab yang diincar AHY adalah pemilihnya pak Jokowi," kata Ray.
Ray berpendapat, pendukung Jokowi yang kecewa dengan dirinya, tentu tidak akan mau mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang pernah menjadi rival politik Jokowi. Kehadiran AHY akan menjadi alternatif bagi pendukung Jokowi untuk mengalihkan suara. "Di situlah ditampung oleh AHY. Itu dimaintain terus sampai 2024. Oleh karna itu jangan berhadap-hadapan dengan Jokowi," ujar Ray.
Gerakan politik yang ideal bagi AHY, kata Ray, adalah memasang dua kaki. Ia bisa masuk ke kubu Jokowi, juga bisa masuk ke kubu Prabowo. Ini akan menjadi keuntungan bagi AHY di Pilpres 2024. "Lebih bagus mengayun-ngayun saja dulu. Kanan masuk, kiri masuk. Dia bisa pakai kekuatan kiri untuk nekan kanan. Pakai kekuatan kanan untuk nekan kiri," tutur Ray.
Kepentingan Demokrat
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyatakan, partainya tengah mempersiapkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon pemimpin bangsa. Hal itu menanggapi pertemuan AHY dengan sejumlah tokoh politik belakangan ini.
Menurut Agus, AHY tengah mempelajari pengalaman para tokoh politik yang ditemuinya agar semakin siap dicalonkan sebagai pemimpin di masa depan.
"Banyak dorongan dari kawula muda, baik dari kader PD, bahkan dari kader partai lain pun mendorong beliau untuk menjadi next leader," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/11) kemarin.
Agus menuturkan, AHY sudah mendapat banyak masukan dan arahan untuk menjadi pemimpin dari beberapa tokoh politik yang di temuinya, seperti dari Joko Widodo, Jusuf Kalla, Basuki Tjahaja Purnama, dan Prabowo Subianto. Bahkan dalam waktu dekat AHY akan menemui Megawati Soekarnoputri.
Wakil Ketua DPR ini menambahkan, Indonesia di masa yang akan datang perlu menjadikan anak muda sebagai pemimpin. Sosok AHY yang diklaim cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan dianggap layak dicalonkan sebagai pemimpin di masa yang akan datang. "Sudah saatnya Indonesia juga mempunyai leader yang masih muda, yang trengginas, yang cakap, dan yang juga dalam hal ini cerdas," ujarnya.
Meski intensitas pertemuan AHY dengan sejumlah tokoh politik cukup tinggi, Agus mengaku, hal itu bagian dari silaturahmi semata. Karena itu, ia menampik, pertemuan itu sebagai arena menjaring koalisi untuk mengusung AHY. "Kalau koalisi itu dilakukan adalah oleh Parpol. Sehingga kalau beliau ini tentunya lebih banyak ingin mengetahui dengan jelas bagaimana kepemimpinan untuk memimpin Indonesia di masa mendatang," ujar Agus. n
Editor : Redaksi