SURABAYAPAGI.com-Trenggalek, Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek bersama OPD Disdikpora dan Koni sepakat untuk membahas anggaran yang akan diajukan ke Banggar untuk selanjutnya masuk dalam APBD 2018. Disdikpora mengajukan anggaran untuk koni dalam APBD 2018 sebesar Rp 5,3 M yang mencakup sebanyak 23 cabor.
Anggaran tersebut termasuk Rp 1,4 M untuk pembinaan, Rp 600 Juta untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Sementara itu kemarin untuk anggaran sudah diketok sebesar Rp 1,1 M di mana anggaran tersebut dirasa masih minim, sehingga dengan adanya pengajuan perubahan anggaran nanti paling tidak bisa lebih besar untuk pemenuhan kebutuhan yang ada.
Sukarodin ketua Komisi IV mengatakan sangat prihatin atas minimnya anggaran yang diperoleh Koni, melalui Disdikpora dan Koni yang disampaikan ,serta diperuntukan oleh seluruh cabor. Dengan situasi tersebut komisi IV akan mengusahakan ke Banggar untuk memberikan prioritas pada pengajuan perubahan anggaran tersebut.
Setelah melihat usulan dari semua Cabor yang perlu dilaksanakan ,semua pihak berkordinasi sehingga akan menjadikan hal yang dirasa sulit akan dilaksanakan akan menjadi mudah. Mengenai pengadaan alat, sarana dan prasarana akan ada sharing jika dinas memiliki apa yang dibutuhkan.
“Juga mengenai reward kepada pemain yang berprestasi akan dicoba untuk dimasukkan pada anggaran yang dahulu pernah ada pada tahun 2014 dan dihentikan pada tahun 2015 hingga sekarang.” Terang Sukarodin
Sukar melanjutkan,Pastinya Komisi IV akan memperjuangkan apa yang diajukan tadi, karena dirasa masalah yang ada memang terjadi. Terutama dalam hal pembinaan yang nanti akan diprioritaskan kepada anak usia dini,” ujarnya.
Sedangkan Tri Santoso Ketua Koni Trenggalek mengatakan, semua masalah sudah disampaikan kemarin saat ada rapat dengar dengan komisi IV. Hal tersebut merupakan masalah yang sangat pelik yang terjadi ditrenggalek. Termasuk dalam hal mengantarkan Cabor untuk memaksimalkan kinerjanya. Kenapa ini dijadikan prioritas, karena selain produk unggulan lain olahraga juga sering memberikan prestasinya untuk trenggalek dari mulai nasional hingga internasional.
“Sangat miris untuk saat ini mengenai reward yang diperoleh pemain yang berprestasi, bahwa selama ini sama sekali tidak ada reward yang didapatkan. Yang ditakutkan bahwa ketika pemain berprestasi ini tidak diberi apresiasi akan memilih untuk membela daerah lain dan memberikan prestasinya kepada daerah lain,” pungkasnya. har
Editor : Redaksi