Pemerintah Perlu Lebih Perhatikan Penyandang Disabilitas

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia(PPDI) pada hari Minggu(5/11) mengadakan pelatihan dan pengembangan diri bagi generasi muda penyandang disabilitas di Surabaya. Hal tersebut, juga sebagai bentuk komitmen untuk terus mengupayakan terwujudnya kehidupan inklusif di kalangan penyandang disabilitas. Ketua Umum PPDI Gufroni Sakaril mengatakan bahwa, acara tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan pengembangan kapasitas diri dan juga penganugerahan pemuda hebat Indonesia. Ia mengharapkan, melalui kegiatan tersebut, mampu meningkatkan pemahaman atas hak-hak disabilitas di tengah masyarakat. "Karena, apabila diberi kesempatan, para disabilitas ini bisa punya peran yang sama. Jadi, acara ini juga penting agar mereka dapat terus memperkaya pengetahuan lewat pendidikan dan keterampilan. Ini penting, agar mereka mampu mandiri dan sejahtera," kata Gufroni. Senada, Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Sumber Daya Pemuda Kemenpora Djunaedi juga mengutarakan hal yang sama. "Ini bentuk komitmen dari Menpora juga. Sebab, pada Asian Para Games yang lalu, para penyandang Disabilitas mampu menunjukkan prestasi yang luar biasa," katanya. Tokoh nasional Muhaimin Iskandar yang juga turut hadir pada acara tersebut, menegaskan bahwa diskriminasi kepada kaum difabel di Indonesia tidak boleh lagi terjadi. Sebab, hal tersebut adalah amanat dari UU yang berlaku di Indonesia. "Akses yang setara, harus juga bisa mereka dapatkan. Bukan lagi jamannya untuk membeda-bedakan warga negara dari keterbatasan fisik dan keterbatasan yang mereka miliki," kata pria yang juga Ketua Umum PKB tersebut. Bahkan, ke depannya, mantan Menakertrans tersebut berharap bahwa para kaum difabel juga dapat bekerja dengan baik di sektor BUMN maupun swasta. "Itu sebagai wujud konkret dari Pemerintah untuk memperhatikan nasib kaum difabel. Saya sudah sampaikan ke Menakertrans agar mengimbau dunia usaha agar memberikan slot satu persen saja untuk pos tenaga kerja," tegas Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru