PAN: Poros Tengah Siapkan Kejutan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sikap menunda pengambilan sikap resmi yang ditunjukkan oleh Khofifah saat ini oleh beberapa pihak juga dipandang sebagai langkah pengganjalan bagi pembentukan poros tengah. Sebab, Bupati Trenggalek Emil Dardak yang disebut-sebut menjadi bakal Cagub dari poros tengah, saat ini juga masuk dalam bursa teratas dari Bacawagub untuk Khofifah. Menanggapi hal tersebut, Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun berpendapat bahwa PAN bersama para inisiator poros tengah sudah merancang beberapa strategi khusus. Sebelumnya, PAN bersama Gerindra dan PKS disebut-sebut telah memiliki kesepakatan untuk memunculkan poros tengah atau poros alternatif. "Kami tidak khawatir. Karena kami ini kan sudah merancang strategi-strategi tersendiri untuk itu. Kami sudah siapkan kejutan nanti, tinggal ditunggu saja," kata Agus Maimun. Sementara itu, pakar sosiologi politik asal Unesa Agus Mahfud menyarankan agar partai poros tengah merancang strategi khusus. "Seandainya itu terjadi, taktik khusus sangat diperlukan untuk bisa mendahului keputusan Khofifah. Sehingga, tim dari Khofifah akan merasa kecurian momentum," kata Agus. Hal tersebut, menurut Agus sangat penting sekali. Sebab, dinamika politik yang begitu kencang lah yang menjadi alasan tersebut. "Dalam politik di era sekarang, siapa yang mampu menghadirkan momentum adalah yang menjadi pemenang," pungkasnya. Sementara itu, pengamat politik asal Unair Hari Fitrianto yang juga pengamat politik asal Unair memiliki pendapat yang berbeda. Untuk menepis anggapan kepada Khofifah tersebut, transparansi kriteria Cawagub kepada konstituen menjadi teramat penting. "Mempublish kriteria jelas untuk pemilihan Cawagub yang didukung ini sangat penting. Tahapan mekanisme yang di publish pun, sekarang juga belum tentu dipatuhi semua. Ini harus segera diperbarui. Sudah nggak relevan pola seperti ini," kata Hari. Dengan demografi pemilih muda dengan sebaran umur 17-40 tahun yang mencapai lebih dari 50 persen, menurut Hari menjadi tantangan bagi para politis perlu untuk segera menyesuaikan diri. "Mulai tergerusnya media cetak menjadi satu bukti bagaimana kejamnya generasi milenial melihat sesuatu yang usang. Tentu partai politik tidak ingin menjadi barang yang usang dan bangkrut ditinggalkan massa," pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru