SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah menjalani rangkaian sejumlah seleksi, akhirnya panitia dai cilik Polda Jatim kemarin telah menentukan tiga anak akhirnya berhasil menjadi juara dalam lomba Da'i dan Da'iyah, yang melibatkan 3000 Pondok Pesantren se Jawa Timur. Sebelumnya, mereka bersaing memberikan tausiah terbaiknya di antara 39 peserta mewakili Polres jajaran.
Tema yang menjadi materi tausiah adalah tiga hal, yakni tentang terorisme, paham radikalisme, dan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang. Mereka berusaha menampilkan yang terbaik, saat final di Royal Plaza, Surabaya.
Wadir Reskoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendyawan, seusai menyerahkan tropi dan sertifikat kepada para pemenang mengatakan, diharapkan para peserta akan menjadi agen perubahan atau agent of change, membantu Polri sosialisasi tiga hal tersebut.
"Kaitannya untuk bisa membantu tugas Polri dalam mensosialisasikan tentang radikalisme, terorisme, dan bahaya narkoba," ujarnya, Kamis (9/11).
Dirinya yakin masyarakat akan lebih tersentuh dengan tausiah anak anak usia dini tersebut. Karena bahasa yang digunakan untuk menyampaikan ajakan maupun larangan, adalah bahasa yang mudah dipahami dan dicerna.
"Sehingga masyarakat bisa lebih paham, karena bisa disentuh langsung oleh para Dai Da'iyah yang berusia dini yang bisa memberikan bahasa yang efektif," tambahnya.
Lomba Da'i Da'iyah cilik ini merupakan kali kedua yang dilakukan oleh Polda Jatim yang merupakan gagasan dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba). Bedanya, tahun sebelumnya skala kecil, dan tahun ini diikuti 3000 Pesantren se Jatim.
"Bisa kita lakukan untuk setiap tahun, menjadi agenda tahunan Polda Jatim itu sangat memungkinkan," ungkapnya.
Lomba semacam ini, merupakan yang pertama kali diselenggarakan jajaran kepolisian tingkat Polda di Indonesia. Bahkan upaya Polda Jatim dalam membentengi generasi muda sejak dini dari serangan paham radikalisme, terorisme, maupun narkoba mendapat apresiasi pimpinan.
"Pertama kali di Polda, kemudian di Indonesia. Dan mendapat apresiasi dari bapak Kabareskrim dan Bapak Kapolri," imbuhnya.
AKBP Teddy menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan acara ini, tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan dengan skala lebih luas, yang juga melibatkan peserta difabel.
"Mungkin kedepan kategori-kategori itu (difabel, red) bisa kita akomodir ya," tuturnya.
Sementara itu, tiga anak yang menyabet juara antara lain : Juara pertama, Da'iyah atas nama Shafira Munawaroh dari Polres Probolinggo; Juara kedua, Da'iyah atas nama Faria Imrotul M dari Polres Kediri; Juara ketiga, Da'iyah atas nama Nurul Laili dari Polres Jombang. nt
Editor : Redaksi