SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah mahasiswa Universitas Kadiri (UNISKA) di Kota Kediri menggelar demo di kampusnya, Senin (13/11/2017). Demo tersebut digelar untuk menuntut transparansi anggaran organisasi mahasiswa (ormawa) tahun 2016/2017. Sayangnya, saat aksi berlangsung sejumlah mahasiswa ini justru menutup diri dari peliputan sejumlah media. Hal itu terlihat saat beberapa awak media melakukan wawancara dengan Abdul Rosyid, koordinator aksi demo. Dalam wawancara itu, sejumlah mahasiswa lain justru mendadak langsung menarik koordinator dan mengatakan tak perlu menanggapi media. "Sudah, jangan ditanggapi media," kata salah satu mahasiswa UNISKA, sembari menarik baju Abdul Rosyid, koordinator aksi demo. Bahkan, mahasiswa itu juga mengaku tidak membutuhkan media yang meliput karena sudah memiliki media kampus sendiri. Aksi penolakan peliputan itu justru terkesan aneh. Pasalnya, saat adanya peliputan yang sifatnya terbuka, para aksi demo yang dilakukan segelintir mahasiswa UNISKA itu justru juga menutup diri dari transparansi media. "Maaf, kami tidak butuh media dan kita sudah punya media sendiri," ucap salah satu mahasiswa. Sementara itu, aksi demo terjadi lantaran mahasiswa menuntut agar sejumlah anggaran mahasiswa lebih transparan dalam pengelolaannya. Ada empat poin yang menjadi tuntutan, diantaranya mempertanyakan dana kemahasiswaan Rp 100 ribu, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.207 di tahun 2016/2017. "Dana kemahasiswaan ini terserap hanya 70 persen, dan 30 persennya kita ingin adanya penjelasan," ujar Abdul Rosyid, koordinator demo saat berorasi. Tuntutan lainnya yakni mahasiswa meminta adanya transparansi anggaran ormawa agar diplot dan dinaikkan. Lalu, dana dinas luar (bidang kemahasiswaan) berbeda dengan dana Ormawa. "Kita ingin dana kemahasiswaan 100 persen harus diperuntukkan bagi kegiatan mahasiswa," ujar Abdul Rosyid koordinator demo saat orasi di depan kampus. Can
Editor : Redaksi